LAPORAN HASIL PERCOBAAN DARI ASAM PIKRAT
IV. Data pengamatan
|
NO |
PERLAKUAN |
PENGAMATAN |
|
1 |
Pada gelas
kimia 1 dimasukan 0,4 gr Fenol kedalam dan ditambahkan dengan 4 ml H2SO4 |
Larutan
bening atau tak berwarna |
|
2 |
Pada gelas
kimia 2 dimasukan 6 ml HNO3 dan ditambahkan dengan 6 ml H2SO4 tetes demi tetes. |
Lautan berubah warna menjadi merah gelap dan timbul asap. |
|
3 |
Dimasukkan
campuran kedalam gelas kimia yang berisi air dan di panaskan selama 15 menit
dengan suhu sekitar 80 0c
-1000c |
Larutan
menjadi warna kuning |
|
4 |
Dipisahkan
atau disaring larutan menggunakan corong buchner |
Larutan
tersebut terpisah endapan berwana kuning pudar |
|
5 |
Didiamkan endapan sampai membentuk kristal |
Diperoleh
kristal asam pikrat berwarna kuning |
VI. Pembahasan
Dalam
pembauatan asam pikrat bertujuan untuk mengetahui tentang reaksi elektrofilik
pada gugus fenol . Fenol merupakan reaktan utama yang mempunyai cincin aromatik
dan gugus - OH. Gugus -OH
merupakan gugus pendorong elektron yang akan mengaktifkan inti benzen,
sekaligus pengarah orto- para. Selain itu bertujuan untuk mengetahui
cara mensintesis asam piktrat dari fenol, HNO3 dan H2SO4
mengetahui mekanisme reaksi yang terjadi. Adapun prinsip utama dari percobaan
adalah oksidasi fenol oleh HNO3 dalam suasana asam reaksi yang
berlangsung yaitu reaksi nitrasi membentuk senyawa nitro benzene.
Pada
analisis video yang kami amati dimana yang pertama itu Pada gelas kimia 1 dimasukan 0,4 gr Fenol kedalam dan
ditambahkan dengan 4 ml H2SO4
kemudian diaduk . Maka
yang terjadi adalah larutan menjadi bening atau tidak berwarna ini di akibatkan
karena pada video praktikum tersebut digunakan fenol encer sedangkan fenol yang
digunakan itu biasanya berupa padatan kemudian tidak dilakukannya juga pemanasan
serta pendinginan sehingga warna tersebut tidak berubah atau tetap.
Pada
gelas kimia 2 dimasukan 6 ml HNO3 dan ditambahkan dengan 6 ml H2SO4
tetes demi tetes kemudian di aduk dan di goncang hingga hasilnya berwarna
merah gelap dan mengeluarkan asap ini ditimbulkan karena
telah bereaksinya HNO3 dengan H2SO4 gas
tersebut merupakan gas NO2 .
Dimasukkan
campuran kedalam gelas kimia yang berisi air dan di panaskan selama 15 menit
dengan suhu sekitar 80 0c
-1000c kemudian menghasilkan
warna kuning kemudian Dipisahkan atau
disaring larutan menggunakan
corong buchner
larutan tersebut terpisah dan terjadi endapan berwarna kuning pudar setelah itu
endapan didiamkan sampai membentuk kristal setelah didiamkan maka akan muncul
dan diperoleh kristal asam pikrat berwarna kuning pada video praktikum tersebut
tidak disebutkan berat kristal tersebut.
VII.
KESIMPULAN
·
Senyawa Aromatik adalah senyawa
hidrokarbon yang memiliki sifat sifat yang mirip dengan sifat sifat senyawa
kimia dari benzene
·
Fenol merupakan salah satu senyawa
aromatik turunan benzena yang memiliki rumus umum
Ar-OH2 dimana Ar adalah fenil dan OH adalah gugus subtituen yang
dapat mempengaruhi posisi penyerangan suatu elektrofil terhadap cincin benzene
·
Pembuatan asam pikrat adalah Salah satu
contoh dari reaksi substitusi elektrofil yang terjadi pada senyawa
aromatic.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Jamal, 2011.Kimia organik.
Jakarta : Erlangga
Kimia Organik
II,2016.Penuntun Penuntun Praktikum Kimia Organik II.Universitas Jambi.
Rizki dkk,2009 .
Subtitusi Elektrofilik Pembuatan Asam Pikrat.Departemen Kimia Volume 1 no
:5 .
Permasalahan
1. Pada pembuatan asam pikrat ditambahkan HNO3 apa fungsi HNO3
dari tersebut ?
2. Apa yang menyebabkan terjadi nya kristal
pada pembuatan asam pikrat tersebut?
3. Apa kegunaan H2SO4
pada pembuatan asam pikrat ?
Saya Lutfi Raidha (A1C118015) akan menjawab pertanyaan nomor 3.
BalasHapusH2SO4 atau Asam Sulfat disini bereran sebagai katalis, yaitu zat yang dapat mempercepat suatu reaksi.
Saya Erik Surya Kurniawan (A1C118027) akan menjawab pertanyaan nomor 1.
BalasHapusFungsi dari HNO3 atau asam nitrat pada percobaan ini ialah sebagai penyumbang gugus nitrat dalam pembentukan asam pikrat.
Susilawati (091) akan menjawab pertanyaan no 2.
BalasHapuskristral dapat terbentuk karena suatu larutan dalam keadaan atau kondisi lewat jenuh yaitu kondisi dimana pelarut sudah tidak mampu melarutkan zatterlarutnya, atau jumlah zat terlarut sudah melebihi kapasitas pelarut.