JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN KEDUA
“PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT ”
DISUSUN OLEH :
PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Percobaan
2
I.
Judul
: Pembuatan
Senyawa Organik Asam Oksalat
II.
Tujuan : Adapun
tujuan praktikum kali ini adalah
1. Untuk
memahami cara pembuatan oksalat dengan
zat organik yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya .
2. Untuk
memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan suatu oksidator kuat
3. Untuk
mengetahui sifat sifat asam oksalat serta kegunaannya.
III.
Landasan
Teori
Asam oksalat pertama kali disintesisi oleh Carl W.Scheele
pada tahun 1776 dengan cara mengoksidasi gula dengan asam nitrat
(Kirk-Othmer,1996). Pada tahun 1784 telah dibuktikan asal oksalat terdapat pada
tanaman sorrel. Pada tahun 1829, gay lusaac menemukan bahwa asam oksalat dapat
diproduksi dengan cara meleburkan serbuk gergaji dengan larutan alkali. Asam oksalat
merupakan turunan dari asam karboksilat yang mengandung dua gugus karboksil
yang terletak pada ujung-ujung rantai kar4bon yang lurus yang mempunyai rumus
molekul C2H2O4tidak berbau, higraskopis,
berwarna putih sampai tidak berwarna dan mempunyai berat molekul 90 gr/mol (Day
and Underwood, 1982).
Asam
oksalat pertama kali disintesisi oleh Carl W.Scheele pada tahun 1776 dengan
cara mengoksidasi gula dengan asam nitrat . Pada tahun 1784 telah dibuktikan
asal oksalat terdapat pada tanaman sorrel. Pada tahun 1829, gay lusaac
menemukan bahwa asam oksalat dapat diproduksi dengan cara meleburkan serbuk
gergaji dengan larutan alkali. Asam oksalat merupakan turunan dari asam
karboksilat yang mengandung dua gugus karboksil yang terletak pada ujung-ujung
rantai kar4bon yang lurus yang mempunyai rumus molekul C2H2O4tidak
berbau, higraskopis, berwarna putih sampai tidak berwarna dan mempunyai berat
molekul 90 gr/mol (Hermanto,
2008).
Menurut Harjadi, 1986 sifat fisik dan kimia asam oksalat C2H2O4.2H2O,
yaitu : Berwarna putih,krista dan tidak berbau, Melting point: 101,50C,
Densitas: 1,653 gr/cm3, ∆ Hf(18oC)
: -1422 kj/mol, Berat molekul: 126 gr/mol dan pH(0,1M) : 1,3.
Menurut Harjadi, 1986 dalam dunia
industri asam oksalat digunakan yaitu untuk:
·
“Metal Treatment”
Asam oksalat
digunakan pada industri logam untuk menghilangkan kotorankotoran yang menempel
pada permukaan logam yang akan di cat. Hal ini dilakukan karena kotoran
tersebut dapat menimbulkan korosi pada permukaan logam setelah proses
pengecatan selesai dilakukan.
·
“Oxalate Coatings”
Pelapisan
oksalat telah digunakan secara umum, karena asam oksalat dapat digunakan untuk
melapisi logam stainless stell, nickel alloy, kromium dan titanium. Sedangkan
lapisan lain seperti phosphate tidak dapat bertahan lama apabila dibandingkan
dengan menggunakan pelapisan oksalat.
·
“Anodizing”
Proses
pengembangan asam oksalat dikembangkan di Jepang dan dikenal lebih jauh di
Jerman. Pelapisan asam oksalat menghasilkan tebal lebih dari 60 μm dapat
diperoleh tanpa menggunakan teknik khusus. Pelapisannya bersifat keras, abrasi
dan tahan terhadap korosi dan cukup atraktif warnanya sehingga tidak diperlukan
pewarnaan. Tetapi bagaimanapun juga proses asam oksalat lebih mahal apabila
dengan dibandingkan dengan proses asam sulfat.
·
“Metal Cleaning”
Asam oksalat
adalah senyawa pembersih yang digunakan untuk automotive radiator, boiler,
“railroad cars” dan kontaminan radioaktif untuk plant reaktor pada proses
pembakaran. Dalam membersihkan logam besi dan non besi asam oksalat
menghasilkan kontrol pH sebagai indikator yang baik. Banyak industri yang
mengaplikasikan cara ini berdasarkan sifatnya dan keasamannya.
·
“Textiles”
Asam oksalat
banyak digunakan untuk membersihan tenun dan zat warna. Dalam pencucian, asam
oksalat digunakan sebagai zat asam, kunci penetralan alkali dan melarutkan besi
pada pewarnaan tenun pada suhu pencucian, selain itu juga asam oksalat juga
digunakan untuk membunuh bakteri yang ada didalam kain.
·
“Dyeing”
Asam oksalat dan garamnya juga
digunakan untuk pewarnaan wool. Asam oksalat sebagai agen pengatur mordan
kromium florida. Mordan yang terdiri dari 4 kromium florida dan 2% berat asam
oksalat. Wool di didihkan dalam waktu 1 jam. Kromic oksida pada wool diangkat
dari pewarnaan. Ammonium oksalat juga digunakan sebagai pencetakan Vigoreus
pada wool, dan juga terdiri dari mordan (zat kimia) pewarna.
Asam oksalat terdistribusi secara luas dalam bentuk garam pottasium dan
kalsium yang terdapat pada daun, akar dan rhizoma dari berbagai macam tanaman.
Asam oksalat juga terdapat pada air kencing manusia dan hewan dalam bentuk
garam kalsium yang merupakan senyawa terbesar dalam ginjal. Kelarutan asam
oksalat dalam etanol pada suhu 15,6ºC dan etil eter pada suhu 25ºC adalah 23,7
g / 100 g solvent dan 1,5 g / 100 g solvent. Makanan yang banyak mengandung
asam oksalat adalah coklat, kopi, strawberry, kacang dan bayam (Nurbayti, 2010).
IV.
Alat Dan
Bahan
4.1. Alat
·
Labu dasar
datar 750 ml
·
Corong
bunchner
·
Corong
gelas
·
Gelas piala
500 ml
·
Kasa ,kaki
tiga ,Bunsen
·
Penangas
·
Gelas ukur
·
Pengaduk
·
Thermometer
4.2.Bahan
·
Gula pasir
200 gr
·
Asam nitra
pekat 100 ml
·
Etanol
V.
Prosedur
Kerja
1.
Dimasukkan gula pasir kedalam labu dasar datar 750 Ml +100 ml asam
nitrat pekat
2. Dipanaskan
diatas penangas air sampai mendidih
3. Diangkat
labu datar apabila sudah timbul uap coklat
4. Dibiarkan
selama 15 menit
5. Dituangkan
dalam gelas kimia berukuran 500 mL
6. Dicuci
dengan air dingin 20 mL, dimasukkan air cucian dalam gelas kimia lain
7. Ditambahkan
dalam larutan
8. Diuapkan
diatas penangas air sampai volume cairan tinggal 20
9. Ditambahkan
air sebanyak 40 mL
10. Diuapkan
lagi sampai volume tinggal 20 ml
11. Didinginkan
larutan dalam air es, Kristal asam oksalat segera terbentuk
12. Disaring
dengan corong Buchner
13. Direkristalisai
asam oksalat dengan melarutkannya dalam air panas
14. Didinginkan,
disaring dan dikeringkan
15. Diperiksa
titik lelehnya, jika belum murni maka dimurnikan kembali
Berikut video
tentang pembuatan senyawa organik asam
oksalat.
https://youtu.be/XDq0BqPSw04
PERMASALAHAN.
1. Pada pembuatan senyawa organik asam oksalat apa
fungsi dari asam nitrat pekat ditambahkan kedalam gula pasir..?
2. Apa fungsi dari memurnikan kristal asam oksalat ?
3. Apa kegunaan dari etanol dalam pembuatan senyawa organik
asam oksalat ?

Saya NelyFrisca (A1C118036) akan menjawab pertanyaan nomor 2. Fungsi dari memurnikan kristal asam oksalat yaitu untuk menghilangkan pengotor dan agar diperoleh asam oksalat yang benar-benar murni.
BalasHapusSaya Erik Surya Kurniawan (A1C118027) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi dari etanol dalam percobaan ini ialah untuk membersihkan kristal asam oksalat yang didapat dari pengotor zat lain.
BalasHapusSaya Lutfi Praidha (A1C118015) akan menjawab pertanyaan nomer 1. Fungsi Asam Nitrat disini ialah sebagai Oksidator,dimana asam nitrat ini akan mengoksidasi gula.
BalasHapus