JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  KETIGA

“PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT ”







DISUSUN OLEH :

PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

 

 

I.                       Judul                : Pembuatan Senyawa Organik Asam Asetil Salisilat (Aspirin)

II.                        Tujuan             : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini:

1)      Dapat memahami cara pembuatan/sintesis asam asetil salisilat dari bahan utama asam      salisilat dan asam asetat anhidrat.

2)       Dapat memahami dan mengetahui jenis reaksi pembuatan asam asetil salisilat

III.             Landasan Teori

             Asam salisilat atau o-hidroksi asam benzoate ialah senyawa bifungsional. Artinya, senyawa asam ini memiliki dua gugus fungsi yakni gugus fungsi hidroksil dan karbonil. Oleh karena itu, asam salisilat ini dapat berfungsi sebagai fenol (hidroksi benzene) dan sebagai asam benzoate. Baik sebagai fenol ataupun asam, asam salisilat ini dapat mengalami reaksi esterifikasi. Apabila direaksikan dengan anhidrida asam akan mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan asam asetil salisilat, Bila asam salisilat direaksikan dengan methanol, maka akan mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan ester metil salisilat (minyak gandapura) (Tim Kimia Organik II,2020).

            Asam salisilat memiliki rumus molekul C6H4COOHOH berbentuk kristal kecil yang memiliki berat molekul sebesar 138,123 g/mol dengan titik leleh sebesar 156°C. Mudah larut dalam keadaan dingin tetapi dapat melarutkan dalam keadaan panas. Asam salisilat dapat menyublim tetapi dapat terdekomposisi dengan mudah menjadi karbon dioksida dan fenol bila dipanaskan pada suhu 200°C. Asam salisilat kebanyakan digunakan sebagai bahan obat-obatan dan intermediet pada pabrik obat dan pabrik farmasi seperti aspirin dan beberapa turunannya (Kristian, 2007).

            Kristalisasi adalah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat dalam dalam suatu fase homogen. Kristalisasi dari larutan dapat terjadi jika padatan terlarut dalam keadaan berlebih(di luar kesetimbangan, maka sistem akan mencapai kesetimbangan dengan cara mengkristalkan padatan terlarut. Penggunaan proses kristalisasi diaplikasikan dalam berbagai jenis reaktor, tetapi reaktor dengan mediaterfluidisasi menjadi prioritas pilihan (Dewi, 2003).

Keunggulan kristalisasi pelarut adalah penggunaan suhu rendah dan mudah diaplikasikan dengan peralatan sederhana.Pelarut digunakan pada tahap kristalisasi. Pada tahap ini, terjadi proses kristalisasi komponen-komponen yang tidak larut dalam pelarut dan mempunyai titik beku yang lebih tinggi dari suhu yang digunakan akan membeku dan membentuk kristal ( Ahmadi, 2010).

 

            Asam fenolat adalah golongan khusus dari asam hidroksi.Asam fenolat yang penting ialah asam salisilat (asam o-hidroksibenzoat).Senyawa ini dibuat melalui pemanasan natrium fenoksida dengan karbon dioksida dibawah tekanan  (Hart, 1990).         

IV.             Alat dan Bahan

     5.1 Alat

-          Erlenmeyer 100 ml           

-          Batang Pengaduk                                                             

-          Gelas Kimia 500 ml                     

-          Pipet Tetes

-          Corong Buchner   

   5.2 Bahan

            - Asam Salisilat                       - Asam Sulfat Pekat

            - Ferrilklorida                          - Asetil Klorida

            - Anhidrida asam

            - Piridin

 V. Prosedur Kerja

1.      Dilarutkan 10 gram asam salisilat dalam 7 ml piridin dalam erlenmeyer ukuran 100 ml. Lalu, ditambahkan 7,5 ml asetil klorida sedikit demi sedikit sambil dikocok.

2.      Diletakan labu erlenmeyer dalam air es/air dingin selama reaksi tersebut terjadi

3.      Direfluks hasil reaksi dalam labu selama lima menit, dengan melengkapi labu dengan pendingin air, lalu dipanaskan diatas penangas air,

4.      Dituangkan hasil reaksi secara perlahan sambil diaduk kedalam gelas piala yang berisi 300 ml air dingin.

5.      Disaring kristal dengan corong Buchner, lalu dicuci dengan air dingin.

6.      Dikeringkan kristal dan diperiksa titik lelehnya.\

7.      Dikristalisasi dalam campuran air dengan asam asetat pada volume yang sama apabila kristal yang didapat belum murni.

8.      Ditambahkan karbon aktif untuk menghilangkan warna, lalu saring dalam keadaan panas. Filtrat dibiarkan dingin supaya terbentuk kristal.

9.      Dikristalisasi kembali kristal dalam benzene untuk mendapatkan kristal yang lebih murni dan periksa titik lelehnya.

Link Video : https://youtu.be/Y4NMpO1xI8U


Permasalahan :

1)  Apa kegunaan piridin dalam praktikum ini.?

2)      Mengapa perlu dilakukannya setelah Kristal disaring dengan corong bunchner lalu dicuci dengan air?

3)      Apa fungsi penambahan asam sulfat pekat pada praktikum ini ?

 

 

 

 

Komentar

  1. Saya Lutfi Praidha Amyarsita NIM A1C118015 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi dari ditambahkan H2SO4 ata asam sulfat disini adalah sebagai katalis. Untuk mempercepat suatu reaksi. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073 ingin mencoba menjawab permasalahan ke 2
    setelah Kristal disaring dengan corong bunchner lalu dicuci dengan air agar di peroleh hasil berupa kristal yang lebih murni

    BalasHapus
  3. Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Kegunaan penambahan piridin dalam percobaan ini ialah sebagai katalis basa dalam pembuatan asam asetil Salisilat (Aspirin).

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini