JURNAL
PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN
KEEMPAT
“PEMBUATAN
SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT
(
MINYAK GANDA PURA ) ”
DISUSUN
OLEH :
PALMA
LARISYAH LUBIS (A1C118014)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2020
I. JUDUL : PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT ( MINYAK GANDA PURA)
II. TUJUAN :
1. Dapat memahami pembuatan minyak gandapura secara sintesis dari asam salisilat dan methanol.
2. Dapat memahami minyak gandapura adalah merupakan ester karbosilat.
3. Dapat menetukan sifat fisik dan kimia dari minyak gandapura
4. Dapat mengetahui jenis reaksi sintesis pembuatan minyak gandapura
III. Landasan teori
Salah
satu turunan dari asam salisilat adalah metil salisilat. Metil salisilat adalah
cairan kuning kemerahan dengan bau wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi
larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat sering digunakan sebagai
bahanfarmasi, penyedap rasa pada makanan, minuman, gula-gula, pasta gigi,
antiseptik,dan kosmetik serta parfum. Metil salisilat telah digunakan untuk
pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada, dan rematik, juga
sering digunakan sebagai obat gosok dan balsem (Supardani, dkk., 2006).
Metil salisilat adalah sebuh
senyawa organic dan merupakan sebuah ester. Ester adalah sebuah kombinasi dari
sebuah asam organic dan sebuah alcohol. Metil salisilat juga dikenal sebagai
minyak gandapura dan ditemukan secara alami didalam tanaman. Metil salisilat
digambarkan sebagai sebuah senyawa yang sangat aromatic, cairannya kuning agak
terang. Metil salisilat diperkirakan menjadi pelindung untuk tanaman yang
menghasilkan minyak. Dahulu, metil salisila dihasilkan dari destilasi ranting
birchmanis dan tanaman gandapura. Sekarang metil salisilat disintesis dan
didapatkan dari esterifikasi asam salisilat dengan methanol absolute. Metil
salisilat dapat berupa cairan yang berwarna kuning atau merah. Dapat berwarna
merah. Dapat berwarna bening juga. Dalam air, metil salisilat terlarut.
Methanol adalah bagian dari metil salisilat dan gugus hidroksilnya bereaksi
dengan asam asetat. Hasilnya adalah asam asetilsalisilat yang dikenal sebagai
aspirin (Irwandi, 2014).
Prinsip reaksi pembuatan methyl
salisilat adalah esterifikasi yaitu reaksi antara asam salisilat dengan
methanol. Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan
alkohol membentuk ester. Turunan asam karboksilat membentuk ester asam
karboksilat. Ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus
-CO2 R dengan R dapat berupa alkil maupun aril. Esterifikasi dikatalisis asam
dan bersifat dapat balik (Fessenden, 1981).
Ester
dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan
katalis asam. Katalis ini biasanya adalah asam sulfat pekat. Terkadang
juga digunakan gas hidrogen klorida kering, tetapi katalis-katalis ini
cenderung melibatkan ester-ester aromatik (yakni ester yang mengandung sebuah
cincin benzen) (Clark, 2007).
Metil salisilat adalah cairan bening kemerahan dengan bau
Wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol dan eter. Metil
salisilat telah digunakan untuk pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang
selaput dada, dan rematik. Metil salisilat adalah komponen utama obat gosok
pada minyak angin.Metil salisilat terkandung dalam minyak gandapura (Gaultheria
Fragrantissima) yang merupakan tanaman minyak astiri yang cukup potensial
dan terkandung pada minyak aromatik dari bunga, daun, dan kulit batang tumbuhan
lainnya. Didalam tubuh, metil salisilat di hidrolisis menjadi asam salisilat
yang mempunyai efek serupa dengan aspirin. Metil salisilat adalah cairan
kuning kemerahan dengan bau wintergreen.Tidak larutdalam air tetapi larut dalam
alkohol dan eter.Metil salisilat sering digunakan sebagai bahan farmasi,
penyedap rasa pada makanan, minuman, gula-gulaan, pasta gigi, antisqeptik
dankosmetik serta parfum. Metil salisilat telah digunakan untuk pengobatan
sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada dan rematik, juga sering
digunakan sebagai obat gosok dan balsam. Secara teknik metil salisilat pun
digunakan sebagai bahan pencelup pada fiber polyester, fiber tracetate dan
fiber sintetik lainnya (Bachtiar,
2014).
IV.
Alat dan Bahan
4.1.Alat
·
Labu dasar bulat 500ml
·
Thermometer
·
Labu destilasi 100ml
·
Pendingin
·
Corong pisah
·
Erlenmeyer 200 ml
·
Pipa bengkok
4.2.Bahan
·
28 gr asam salisilat
·
Natrium bikarbonat
·
81 ml methanol
·
8 ml asam sulfat
·
Magnesium sulfat anhidrat
V.
Prosedur Kerja
1. Didalam labu dasar bulat 500 ml diisi 28 gram asam salisilat, 500ml, 28 gr asam salisilat, 81 ml methanol dan 8 ml H2SO4, lalu dikocok.
2. Diberi pendingin air pada labu tadi, lalu direfluks selama 1,5 jam, dibiarkan campuran sehingga dingin
3. . Didestilasi sisa metanol dengan memanaskannya di penagas air sebelum itu diubah posisi pendingin yang awalnya tegak menjadi miring
4. . dibiarkan dingin. Lalu isi labu tadi dimasukkan kecorong pisah dan dicampurkan 250ml air, kemudian dikocok kuat-kuat sampai membentuk dua lapisan.
5. Dialirkan lapisan ester ke dalam erlenmeyer.
6. Diisi larutan jenuh NaHCO3 kedalam erlenmeyer tadi.
7. Diisi anhidrat magnesium sulfat kedalam larutan tadi supaya mengeringkan ester salisilat dengan waktu 30 menit.
8. Disaring dan filtratnya dimasukkan kedalam labu destilasi.
9. Kemudian didestilasi diatas penangas air.
10. Lalu dicatat suhu pada saat destilat ditampung.
11. Jika temperature yang diukur masih rendah dari titik didih metil salisilat 1150C maka dimurnikan kembali
12. Selanjutnya
diperiksa indek bias metil salisilat yang diperoleh.
Permasalahan
1.
Mengapa perlu diperiksa indeks bias dari metal
salisilat yang diperoleh..?
2.
Apa fungsi dari pendinginan pada
praktikum ini.?
3.
Mengapa perlu digunakan methanol pada
percobaan ini?
Saya Lutfi Praidha (A1C118015) akan menjawab pertanyaan nomor 2. Proses oendinginn disini berguna untuk menghasilkan minyak gandapura.
BalasHapusBaiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Metanol digunakan pada percobaan ini sebagai pereaksi sekaligus sebagai pelarut. Terima kasih
BalasHapusSaya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pertanyaan no 1 dari saudari.
BalasHapusPerlu diperiksa indeks biasnya karena untuk membandingkan hasil yang difapatkan dengan hasil teoritis.