LAPORAN
HASIL PENGAMATAN "PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM ASETIL SALISILAT "
VI. DATA PENGAMATAN
|
NO
|
PERLAKUAN
|
TUJUAN |
HASIL |
|
1.
|
Dimasukan asam 5 gram kedalam labu
ditambahkan larutan asam asetat 1:1 ( 20 ml air : 20 ml asam
asetat ) kemudiad ditambahkan asam sulfat pekat sebanyak 1
ml H2SO4 (20 tetes) |
Penambahan H2SO4 sebagai
katalisator ,jadi asam sulfat ini berfungsi untuk
mepercepat terjadinya sintesa dengan cara menurunkan energi
aktivasi sehingga energi yang diperukan dalam sintesa sedikit. |
Terjadi perubahan warna putih keruh |
|
2.
|
Direfluks |
Dilakukan refluks bertujuan untuk
menyempurnakan hasil reaksi |
Larutan berubah warna menjadi bening |
VII. PEMBAHASAN
Asam salisilat merupakan senyawa bifungsional ,yaitu gugus fungsi hidroksil dan
gugus fungsi karboksil . dengan demikian asam salisilat dapat berfungsi sebagai
fenol,asam salisilat dapat mengalami esterifikasi .Asam asetil salisilat
merupakan golongan salisilat yang termasuk kedalam obat anti nyeri . Aspirin
ini dibuat dengan cara mereaksikan asam salisilat dengan asam asetat dengan
bantuan berupa katalis yaitu asam sulfat pekat, dimana asam sulfat pekat
digunakan sebagai penghidrasi . Pada percobaan pembuatan asam asetil
salisilat ( Aspirin) ini digunakan 20 ml air ditambahlan dengan 20 ml asam
asetat yaitu perbandingan 1:1 .
Pada percobaan ini asam salisilat yang digunakan berfungsi sebagai pereaksi
pembatas , artinya jika dilihat dari teoritis jumlah aspirin yang dihasilkan
akan setara dengan aspirin yang direaksikan ,sproses penambahan 20 ml air dan
20 ml asam asetat terjadi perubahan warna putih keruh .selanjutnya ditambahkan
1 ml H2SO4 proses penambahan asam sulfat berfungsi
sebagai zat penghidrasi ,selain itu juga sebagai katalisator ,jadi asam sulfat
ini berfungsi untuk mepercepat terjadinya sintesa dengan cara menurunkan
energi aktivasi sehingga energi yang diperukan dalam sintesa sedikit.
Setelah itu dikukan refluks, refluks adalah Teknik distilasi yang melibatkan
kondensasi uap dan berbaliknya kondesat ini kedalam system asalnya ,
refluks ini bertujuan untuk mengatur emerge dalam reaksi kimia ,suatu campuran
cairan reaksi dimasukkan dalam bejana yang terbuka bagian atasnya ini
berfungsi untuk mengakselerasi reaksi secara termal dengan melakukannya pada
temperature tinggi dan memperbesar L/V di enriching section ,sehingga
mengurangi jumlah equibrium stage yang diperlukan untuk produk kualitas yang
ditentukan, lalu refluks untuk mempercepat suatu reaksi dengan jalan pemanasan
tetapi tidak akan mengurangi jumlah zat yang ada , dimana pada umumnya reaksi
senyawa organic adalah lambat maka campuran reaksi perlu dipanaskan tetapi
biasanya pemanasan akan menyebabkan penguapan baik pereaksi maupul hasil reaksi
,karena itu agar campuran tersebut reaksinya dapat cepat, dengan jalan
pemanasan tetap jumlahnya tetap reaksinya dilakukan secara refluks
,didapatkan hasil setelah direfluks larutan berubah warna menjadi bening.dikarenakan
waktu yang terbatas maka kami hanya melakukan pada batas larutan direfluks.
X. Kesimpulan
Beradsarkan praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Asam salisilat atau aspirin dapat
dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrat asam asetat dan
menggunakan katalis H2SO4 pekat sebagai penghidrasi
2. Reaksi aspirin
dinamakan reaksi asetilase dengan menggunakan prisnsip esterifikasi karena
gugus hidroksi dari asam salisilat akan bereaksi dengan asetul dari asam asetat
glasial.
3. Identifikasi
kemurnian dari aspirin yang dihasilkan dapat digunakan larutan FeCl3.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadani
.2010.Kristalisasi Pelarut Suhu Rendah Pada Pembuatan Konsentrat Vitamin E Dari
Distilat Asam Lemak Minyak Sawit ,Jurnal Teknologi Pertanian Vol.11.No.1.
Dewi
.2003.Penyisihan Fosfat Dengan Car
Kristalisasi Dalam Reactor Terfluidisasi Menggunakan Media Pasir Silika .Jurnal
Purifikasi .Vol .4. No 4.
Kristian.2007.Asam
Salisilat Dan Penol.Kimia Organic Edisi Ke Enam : Penerbit : Erlangga
:Jakarta
Tim
Kimia Organik II.2020.Penuntun Kimia Organik II :universitas
jambi.
XII. PERMASALAHAN
1. Bagaimana reaski yang terjadi pada percobaaan asam asetil
salisilat ini..?
2. Apakah prinsip kerja pada praktikum ini.?
3. Jika pada percobaan ini tidak dilakukan refluks apakah
larutan tersebut akan tetap berubah menjadi warna bening .?
Baiklah, Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Apabila tidak dilakukan refluks pada percobaan ini maka larutan akan tetap keruh, karena fungsi dari refluks ialah untuk menyempurnakan reaksi esterifikasi yang terjadi.
BalasHapusSaya Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073 ingin mencoba menjawab permasalahan ke 2
BalasHapusPrinsip kerja ataupun cara kerja dari parktikum kali ini adalah dilaksanakan sebagaimana prosedur dan dikondisikan dengan laboratorium
Saya Lutfi Praidha (A1C118015) akan menjawab pertanyaan nomor 1. Reaksi yang terjadi adalah reaksi esterifikasi. Dimana gugus fungsi O pada asam salisilat akan diesterifikasi oleh anhidrida asetat, kemudian dikatalisis oleh asam sulfat. Dan menghasilkan asam asetil salisilat
BalasHapus