JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  7

   Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)

 




 

DISUSUN OLEH :

PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020



PERCOBAAN VII

I.                   JUDUL : Isolasi Senyawa Bahan Alam (Alkaloid)

II.                  Tujuan : Adapun tujuan dalam percobaan ini yaitu :

1.      Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya alkaloid

2.      Dapat mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik.

  III.  Landasan Teori

            Kafein, 1,3,7-trimetilxantin biasanya terdapat pada tanaman kopi, the, coklat dan juga banyak terdapat dalam minuman seperti cocacola. Kafein termasukkedalam kelompok alkaloid golongan purin,dimana strukturnya banyak mengandung N yang erikat dalam struktur.kafein juga mempunyai efek fisiologis jika terdapat pada darah yaitu bersifat stimulant.mengisolasi kafein daribahan alam misalnya daun the termasuk mudah karena mudah larut dalam air panas dan lebih larut lagi dalam kloroform (Tim Penuntun Kimia Organik 2, 2015).

            Kafein merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder yang terdapat dalam biji kopi, daun teh,daun mete biji kola, biji coklat, dan beberapa minuman penyegar. Kafein merupakan salah satu senyawa golongan alkaloid. Kafein mememiliki berat molekul 194,19 gr/mol dengan rumus kimia C8H10N8O2 dan ph 6,9 (larutan kafein 1% dalamair).Secara ilmiah, efek langsung dari kafein tehadap kesehatan sebetulnya tidak ada, tetapiyang ada adalah efek tak langsungnya seperti menstimulasi pernapasan dan jantung, sertamemberikan efek samping berupa rasa gelisah (neuroses), tidak dapat tidur (insomnia), dandenyut jantung tak beraturan (tachycardia) (Chairil,1994).
Kafein yang merupakan bagian dari kelompok senyawa metilsantin, sedangkan bagian lain dari senyawa ini dikenal sebagai trofilin dan teobromin yang salah satu sember utamanya adalah dari kopi. Kafein dalam kopi mampu memberikan sinyal pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan cepat mengolah memoripada otak (Fulder,2004)
Secara umum,golongan senyawa alkaloid mempunyai sifat-sifat dimana biasanya berbentuk Kristal tak berwarna, tidak mudah menguap,tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organik seperti etanol,eter,dan kloroform. Alkaloid bersifat basa,pada umumnya terasa pahit,bersifat racun, mempunyai efek fisiologis, serta optis aktif. Membentuk  endapan dengan larutan asam fosfolframat, asam fosfomolibdat, asam pikrat dan lain-lain (Novianty,2008).
     Kafein ialah senyawa alkaloid xanthine berbentuk Kristal dan berasa pahit dan bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif. Kafein ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Ronge pada tahun 1819. Kafein dijumpai secara alami pada bahan pangan seperti biji kopi, daun teh dan mate. Pada tumbuhan ia berperan sebagai peptisida alami yang melumpuhkan dan mematikan serangan-serangan tertentu yang mamtikan tanaman tersebut. Ia umumnya dikonsumsi oleh manusia dengan mengekstraksi dari biji kopi dan daun teh (Hasnawati, 2010).

IV.Alat dan Bahan

 

4.1  Alat

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :

1.      Corong pisah 500 ml

2.      Erlenmeyer

3.      Corong Buchner dan vakum

4.      Pemanas mantel

5.      Gelas kimia 500 ml

6.      Corong gelas

 

4.2  Bahan

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :

1.      Kalsium karbonat serbuk

2.      Petroleum benzena

3.      Reagen warner

4.      Kloroform atau metilen klorida

5.      Larutan NaOH 5%

6.      Plat TLC

7.      Reagen Dragendrof

8.      Ca(OH)2

9.      Benzen

 

 V.       Prosedur Kerja

1.      Dimasukkan 25 gr teh kering, 250 ml air dan 25 gr CaCO3 kedalam erlenmeyer 500 ml.

2.      Dipanaskan campuran diatas penangas air selama 20 menit, sambil sewaktu-waktu diaduk dan digoncang.

3.      Dinginkan diudara, saring larutan air dengan menggunakan corong buchner besar serta pengisapan sampai sisa padat ditekan kering.

4.      Dipindahkan larutan air kedalam corong pisah 500 ml, dan partikel padat jangan sampe terbawa.

5.      Dibiarkan dingin diudara, lalu diekstraksi dua kali masing-masing dengan 25ml kloroform atau metilen klorida dengan hati-hati selama 5-10 menit.

6.      Tambahkan sedikit pelarut lagi jika terjadi emulsi yang sukar dipisahkan.

7.      Disimpan corong pada statif/klem dan biarkan beberapa saat sampai terpisahkan dua lapisan.

8.      Ditampung seluruh larutan kloroform kedalam tabung destilasi diatas penangas air, sampai diperoleh larutan jenuhnya yang mungkin berwarna hijau.

9.      Dinginkan secara bertahap sampai terbentuknya kristal sebanyak mungkin.

10.  Kristalisasi dengan melarutkannya 5ml benzene panas dan tambahkan 10 ml petroleum benzene.

11.  Dipisahkan kristal dengan penyaringan vakum menggunakan corong buchner.

12.  Lakukan kristalisasi tahap dua dengan menggunakan campuran pelarut yang sama.

13.  Timbang dan tentukan titik lelehnya (sekitar 225-250˚C).

Berikut link video mengenai pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol :

Permasalahan

1.       Apa fungsi dari Reagen Dragendrof pada percobaan ini ?

2.      Pada langkah percobaan ini mengapa larutan dibiarkan di udara ..?

3.      Apa Fungsi plat TLC pada praktikum kali ini ?


Komentar

  1. Baiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1, yaitu Untuk pengujian alkaloid dan sebagai pereaksi pengendapan. Terima kasih

    BalasHapus
  2. baik lah saya akan mencoba menjawab no 2,mengapa larutan nya di buar kan di uadara agar larutan ini lebih mudah reaksi dan membentuk keristal

    BalasHapus
  3. Saya Susilawati 091 akan menjawab permasalahan no 3.Untuk memeriksa zat-zat seperti : Pestisida, Obat-obatan dan zat-zat lain yang dapat larut dalam pelarut organik misalnya : toxin, bahan-bahan kosmetika dan lain-lain.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini