LAPORAN PEMBAHASAN “PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT ( MINYAK GANDA PURA ) ”


VI. DATA PENGAMATAN  

NO.

PERLAKUAN

TUJUAN

PENGAMATA N

1.

Dimasukkan 2,5 gram asam salisilat kedalam labu erlenmeyer, lalu dimasukkan magnet stir kedalam labu. Lalu, ditambahkan methanol kering sebanyak 25 ml dan diaduk. Sambil dilakukan pengadukan ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat setetes demi setetes.

Penambahan asam salisilat + methanol kering untuk mengamati proses awal reaksi esterifikasi menghasilkan metil salisilat. Penambahan asam sulfat pekat sebagai katalis untuk mempercepat terjadinya reaksi sintesis.

Mula-mula larutan berwarna putih susu, setelah dilakukan pengadukan berubah menjadi warna bening.

2.

Kemudian, dipasang refluks dan dilakukan pemanasan selama 1,5 jam. Selama pemanasan pengadukan terus dilakukan. Setelah pemanasan selama 1,5 jam dihentikan pemanasan dan dilakukan pendinginan menggunakan water bath pada suhu kamar

Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi, pengadukan dilakukan untuk mempercepat gerakan molekul dalam larutan sehingga reaksi dapat berlangsung cepat.

Larutan sedikit keruh

3.

Lalu, ditambahkan air dingin kedalam labu berisi campuran larutan tersebut

Penambahan air berfungsi untuk mengisolasi produk dari sisa kotoran

Terdapat dua lapisan:

1.Diatas lapisan air berwarna putih

2. Dibawah lapisan minyak berwarna sedikit putih kekuningan

4.

Dimasukkan larutan kedalam corong pisah. Dikeluarkan lapisan bawah (minyak) dan ditampung menggunakan gelas kimia bersih

Corong pisah digunakan untuk memisahkan lapisan bawah dan lapisan atas yang terbentuk

Lapisan bawah  (minyak) keluar dan tersisa lapisan atas (air) pada corong pisah

5.

Kemudian, lapisan air dipulihkan dengan cara di ekstraksi sebanyak tiga kali berturut-turut dengan 10 ml etil asertat. Kemudian, lapisan organik dikumpulkan dan dicuci dengan natrium hidroksida

Ditambahkan natrium hidroksida untuk menghilangkan sisa asam salisilat

Terbentuk dua lapisan:

1. Diatas lapisan organik berwarna sedikit putih kekuningan

2. Dibawah lapisan air berwarna putih keruh

Setelah ditambahkan natrium hidroksida terbentuk dua lapisan:

1.Diatas lapisan air (putih keruh)

2.Dibawah lapisan organik (sedikit keruh)

6.

Lapisan organik dicuci dengan air garam

Penambahan air garam untuk menghilangkan sisa garam yang tersisa pada larutan

Terdapat dua lapisan:

1. Diatas berwarna bening

2.Dibawah lapisan organic (lapisan etil asetat) berwarna sedikit putih keruh

7.

Larutan etil asetat ditambahkan magnesium sulfat anhidrat

Untuk mengeringkan dan menghilangkan sisa-sisa air

Dihasilkan larutan berwarna putih susu

8.

Larutan tersebut ditambahkan air

Untuk menghasilkan asam salisilat yang tidak bereaksi yang dapat diperoleh kembali dengan penyaringan akhir

Dihasilkan larutan berwarna putih susu.

 

Kemudian, pada penyaringan pertama didapatkan minyak gandapura sebanyak 1,8 gram.

 

          




VII. PEMBAHASAN

            Pada percobaan kali ini, dilakukan pembuatan senyawa organik ester metil salisilat atau yang dikenal dengan nama wintergreen oil (minyak gandapura) . Adapun materials atau reagen utama yang digunakan dalam pembuatan senyawa organik ini yaitu asam salisilat dan metanol. Dimana, reaksi yang terjadi pada pembuatan ester metil salisilat (minyak gandapura) ini yaitu reaksi esterifikasi dimana pada reaksi ini akan menghasilkan minyak gandapura sebagai produk utama dan air sebagai produk samping.

     Adapun langkah pertama yang kami lakukan yaitu , kami memasukkan 2.5 gram asam salisilat kedalam labu erlenmeyer ,lalu ditambahkan magnet stir kedalamnya.         Kemudian,  dilanjutkan dengan penambahan methanol kering sebanyak 25 ml dan diaduk. Dimana, tujuan atau fungsi ditambahkannya asam salisilat dan methanol ini untuk mengamati proses awal reaksi esterifikasi menghasilkan metil salisilat. Pada proses ini pengadukan terus dilakukan, kemudian barulah ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat kedalam campuran. Penambahan asam sulfat pekat ini digunakan sebagai katalis yang dapat mempercepat terjadinya reaksi sintesis metil salisilat ini. Adapun hasil pengamatannya mula-mula larutan berwarna putih susu, setelah dilakukan pengadukan berubah menjadi warna bening.

 

            Kemudian, dipasang refluks dan dilakukan pemanasan selama 1,5 jam. Selama pemanasan pengadukan terus dilakukan. Setelah pemanasan selama 1,5 jam dihentikan pemanasan dan dilakukan pendinginan menggunakan water bath pada suhu kamar dimana tujuan Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi, pengadukan dilakukan untuk mempercepat gerakan molekul dalam larutan sehingga reaksi dapat berlangsung cepat.dan didapatkan hasilnya Larutan sedikit keruh

Lalu, ditambahkan air dingin kedalam labu berisi campuran larutan tersebut tujuannya yatu  Penambahan air berfungsi untuk mengisolasi produk dari sisa kotoran maka di daptkan lah hasilnya Terdapat dua lapisan:

1.Diatas lapisan air berwarna putih

2. Dibawah lapisan minyak berwarna sedikit putih kekuningan

            Dimasukkan larutan kedalam corong pisah. Dikeluarkan lapisan bawah (minyak) dan ditampung menggunakan gelas kimia bersih tujuan nya yaitu Corong pisah digunakan untuk memisahkan lapisan bawah dan lapisan atas yang terbentuk maka hasilnya Lapisan bawah  (minyak) keluar dan tersisa lapisan atas (air) pada corong pisah

            Kemudian, lapisan air dipulihkan dengan cara di ekstraksi sebanyak tiga kali berturut-turut dengan 10 ml etil asertat. Kemudian, lapisan organik dikumpulkan dan dicuci dengan natrium hidroksida tujuannya Ditambahkan natrium hidroksida untuk menghilangkan sisa asam salisilat  dan didaptkan hasilnya Terbentuk dua lapisan:

1. Diatas lapisan organik berwarna sedikit putih kekuningan

2. Dibawah lapisan air berwarna putih keruh

Setelah ditambahkan natrium hidroksida terbentuk dua lapisan:

1.Diatas lapisan air (putih keruh)

2.Dibawah lapisan organik (sedikit keruh)

            Larutan organik ini kemudian ditambahkan magnesium anhidrat sulfat dimana bertujuan untuk mengeringkan dan menghilangkan sisa-sisa air. Dihasilkanlah larutan berwarna putih susu. Kemudian, larutan ini ditambahkan air yang bertujuan untuk menghasilkan asam salisilat yang tidak bereaksi yang dapat diperoleh kembali dengan penyaringan akhir. Dihasilkan larutan berwarna putih susu. Kemudian pada penyaringan pertama tadi didapatkan minyak gandapura sebanyak 1,8 gram.

 

VIII. Kesimpulan

1. Metil salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi.

2. Reaksi ini bersifat reversible, maka untuk mendapatkan hasil yang banyak dapat dilakukan dengan cara menambahkan pereaksi.

3. Reaksi esterifikasi yang terjadi pada percobaan ini bersifat reversible dan sangat lambat dan merupakan reaksi endoterm.

4.   Reaksi esterifikasi adalah reaksi yang mereaksikan sabuah derivate asam karboksilat dan alcohol (primer) pada suasana asam dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang tinggi untuk menhasilkan senyawa utama berupa ester & produk.

 IX. Daftar Pustaka

Bachtiar, 2014 ,  Penuntun Praktikum Kimia Sintetik, UMI : Makassar.

 

Clark, J, 2007, Reaksi Pengesteran (Esterifikasi), (Online) http//ww.chem-is-try.org.

 

Irwandi, 2014, Farmakope Indonesia. Depertemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta

 

Supardan, dkk, 2006, Perancangan Pabrik Asam Salisilat dari Phenol. Jurusan Teknik Kimia.

 

 PERTANYAAN

1.    Mengapa pada percobaan ini menggunakan metode refluks?

2.   Katalis apa yang digunakan pada percobaan ini? dan apa fungsi dari katalis yang dipakai?

3. Pada proses reaksi esterifikasi sebutkan dan jelaskan faktor apa yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari percobaan ini?

 

   

   

Komentar

  1. Assalamualaikum wr wb. Baiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1, metode refluks disini berguna untuk menyempurnakan reaksi yang terjadi. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Saya Lutfi Praidha dengan NIM 015 akn menjawb pertanyaan nomor 2. Katalis yang digunakan disini ialah Asam sulfat, berfungsi sebagai katalis yaitu untuk mempercepat suatu reaksi.

    BalasHapus
  3. Saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pertanyaan no 3 dari saudari.
    Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam percobaan ini yaitu : bahan yang dipakai masih bagus atau tidak, karena bahan yg digunakan sangat berpengaruh pada hasil yang akan didapatkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini