LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 5
“ PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL”
DISUSUN OLEH :
PALMA LARISYAH LUBIS
(A1C118014)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VI. Data Pengamatan
|
NO. |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATA N |
|
1. |
Dilabu leher tiga dimasukkan magnet
stirring,ditambahkan larutan kalsium hidroksida 5ml, 45ml aquades, 5,1 gram
toluena |
Penambahan toluena bahan baku utama
sintesis, KOH ditunjukkan membuat larutan menjadi basa dan sebagai katalis,
dan aquades sebagai pelarut |
Larutan bening |
|
2. |
Dilakukan direfluks (pemanasan pada suhu
85 °C dalam oil bath sambil terus diaduk) |
Pemanasan dilakukan untuk menyempurnakan
reaksi, pengadukkan dilakukan untuk mempercepat gerakan molekul dalam larutan
sehingga reaksi berlangsung cepat, digunakan oil bath karena titik didik
minyak (170 -180) °C dan titik didih tuluena 110.6 °C |
Larutan bening |
|
3. |
Didalam gelas kimia lain dilarutkan
17,5gr kalium permanganat dengan 150 ml air suling, dipanaskan hingga 70 °C |
KMnO4 digunakan sebagai oksidator dalam
sintesis asam benzoat |
Larutan berwarna ungu kehitaman |
|
4. |
Ditambahkan larutan kalium permanganat
yang dibuat tadi ke dalam labu leher tiga yang berisi campuran yang direfluks
tadi setetes- tetes selama 15 menit, direfluks lagi selama 1,5 jam, lalu
direfluks lagi 1jam |
Ditambahkan KMnO4 setetes-
tetes agar dapat mengoksidasi toluena dengan baik, direfluks untuk
menyempurnakan reaksi, dilakukan refluks 1jam lagi karena mangandioksida
menetap dibagian bawah dan terlihat permanganat masih ada masih |
Larutan berubah warna ungu pekat
kehitaman menjadi coklat kehitaman |
|
5. |
Ditambahkan beberapa etanol, lalu diaduk,
lalu didinginkan |
Penambahan etanol untuk mengurangi sisa
permanganat |
Setelah didinginkan mangan dioksida
mengendap dan larutan menjadi coklat pudar |
|
6. |
Didalam gelas kimia lain dipanaskan 70 ml
air suling hingga suhu 70°C |
Untuk mencuci endapan mangan dioksida |
Larutan bening |
|
7. |
Larutan didalam leher tiga tadi disaring,
filtrat ditampung dalam erlenmenyer |
Untuk memisahkan endapan mangan dioksida
dan filtrat |
Filtrat berwarna coklat pudar, dan
endapan berwarna coklat kehitaman |
|
8. |
Endapan dicuci 2 kali dengan 10 ml air
suling yang dipanaskan tadi |
Untuk membersihkan endapan |
Endapan berwarna coklat kehitaman |
|
9. |
Endapan mangan dioksida tadi ditambahkan
50 ml air suling yang dipanaskan tadi, lalu dipanaskan selama 10 menit pada
70°C |
Untuk menghilangkan sisa mangan dioksida |
Larutan berwarna pekat kehitaman |
|
10. |
Disaring lagi dan filtrat kedua
ditambahkan ke dalam filtrat pertama tadi, lalu ditambahkan natrium sulfit |
penambahan Natrium sulfit untuk
mereduksi mangan dioksida |
Larutan berwarna coklat sedikit kehitaman |
|
11. |
Lalu ditambahkan 45ml H2SO4 , diaduk,
didinginkan sampai 6°C |
Penambahan H2SO4 sebagai pendonor H+
untuk membentuk asam benzoat, dilakukan pendinginkan untuk membentuk kristal
asam benzoat |
Larutan menjadi warna putih |
|
12. |
Disaring |
Untuk mendapatkan endapan |
Didapatkan 5,21 gr produk mentah ( asam
benzoat yang belum murni) |
|
13. |
Bubuk asam benzoat yang diperoleh
direkristalisasi dengan menambahkan air dan dipanaskan tidak sampai mendidih,
sambil diaduk dengan magnet stirring, lalu didinginkan, lalu disaring.
Kristal yang tersaring dicuci dengan air, lalu dikeringkan selama 10 menit |
Untuk memperoleh asam benzoat yang murni |
Didapatkan kristal asam
benzoat sebanyak 4,81 gr dengan yield = 71% |
Perhitungan:
Diketahui : massa toluena (C6H5CH3) = 5,1
gram Mr toluena (C6H5CH3) = 92 gr/mol
massa
KMnO4 = 17,5
gr Mr
KMnO4 = 158 gr/ mol
Mr
C6H5COOH = 122 gr/mol
· mol toluena =
u2:shapes="_x0000_i1025" v:shapes="_x0000_i1025"> = 0,055 mol
· mol KMnO4 =
u2:shapes="_x0000_i1025" v:shapes="_x0000_i1026"> = 0,11 mol
u2:shapes="Straight_x0020_Arrow_x0020_Connector_x0020_2" v:shapes="_x0000_i1027">C6H5CH3 + 2KMnO4 C6H5COOH + 2MnO2 + K2O + H2O
m 0,055
mol 0,11
mol - - - -
u2:shapes="Straight_x0020_Arrow_x0020_Connector_x0020_1" v:shapes="_x0000_i1028">rx 0,055
mol 0,11
mol 0,055
mol 0,11
mol 0,055 mol 0,055 mol
s - - 0,055
mol 0,11
mol 0,055 mol 0,055 mol
· berat teoritis
n C6H5COOH = 0,055 mol
massa C6H5COOH = 0,055 mol
u2:shapes="_x0000_i1025" v:shapes="_x0000_i1029"> 122 gr/mol
=
6,71 gr
· berat praktek
massa C6H5COOH = 4,81 gr
% rendemen =
u2:shapes="_x0000_i1025" v:shapes="_x0000_i1030">
=
u2:shapes="_x0000_i1025" v:shapes="_x0000_i1031"> = 71,68 %
VII. Pembahasan
Pada percobaan kali ini, dilakukan pembuatan
senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol dari benzaldehid, tetapi dalam
percobaan kami menganalisis video sintesis asam benzioat dari toluene. Adapun
materials atau reagen utama yang digunakan dalam pembuatan senyawa organik ini
yaitu toluene, KOH dan KMnO4. Dimana, reaksi yang terjadi pada pembuatan
asam benzoat ini yaitu reaksi oksidasi dimana pada reaksi ini akan menghasilkan
asam benzoat sebagai produk utamanya.
Adapun
langkah pertama pada prosedur yang dilakukan yaitu , dilakukan
penambahan larutan KOH sebanyak 5ml kedalam labu leher tiga, kemudian dimasukan
magnet stirring, dilanjutkan dengan penambahan 45 ml aquades dan toluene
sebanyak 5,1 gram. Fungsi penambahan KOH disini yaitu sebagai katalis untuk
mempercepat reaksi sintesis dan bertujuan untuk membuat larutan menjadi dalam
suasana basa. Sedangkan tujuan pengadukan disini untuk mempercepat gerakan
molekul dalam larutan sehingga reaksi dapat berlangsung cepat. Setelah diaduk,
larutan berwarna bening.
Kemudian,
dilakukan refluks (pemanasan) dengan suhu 85oC selama 1,5 jam pada
campuran larutan tersebut. Pada tahap inilah KOH yang berfungsi sebagai katalis
dapat bereaksi dengan larutan karena katalis dapat bekerja dengan adanya
bantuan suhu. Pemanasan ini juga bertujuan agar reaksi yang berlangsung menjadi
sempurna. Pada tahap ini, warna larutan berwarna bening. Setelah itu, dilakukan
penambahan KMnO4 yang telah dipanaskan kedalam campuran tersebut. Dimana, KMnO4
disini berperan sebagai oksidator kuat. KMnO4 ini ditambahkan sedikit demi
sedikit agar dapat mengoksidasi toluene dengan baik. Pada tahap inilah terjadi
reaksi oksidasi pada toluene. Hasil pengamatannya mula-mula larutan berwarna
ungu pekat kehitaman, setelah dilakukan pemanasan berubah menjadi coklat
kehitaman. Pada analisis video ini, dilakukan kembali refluks selama 1 jam
dengan tujuan dikarenakan mangan dioksida menetap dibagian bawah dan terlihat
permanganate masih ada.
Setelah
itu, ditambahkan beberapa ml etanol dan diaduk. Penambahan etanol ini bertujuan
untuk mengurangi sisa permanganate yang masih terdapat dalam larutan. Kemudian,
dilakukan pendinginan agar mangan dioksida mengendap, dihasilkan larutan
berwarna coklat pudar. Lalu, dipanaskan 70 ml air suling hingga suhu 70oC, dimana air suling ini digunakan untuk mencuci endapan mangan
dioksida dan dihasilkan larutan berwarna bening. Larutan tersebut disaring dan
didapatkan endapan mangan dioksida dan filtrat berwarna coklat pudar. Endapan
tersebut dicuci dua kali dengan 10 ml air suling panas dengan tujuan untuk
membersihkan endapan.
Endapan
tersebut kemudian ditambah dengan 50 ml air suling dan dipanaskan selama 10
menit dengan tujuan untuk menghilangkan sisa mangan dioksida, dihasilkan
larutan berwarna pekat kehitaman. Disaring kembali endapan dan filtrate kedua
ditambahkan dalam fitrat pertama dan ditambahkan natrium sulfit. Dimana,
penambahan natrium sulfit ini untuk mereduksi mangan dioksida dan dihasilkan
larutan berwarna coklat sedikit kehitaman. Lalu, ditambahkan 45 ml H2SO4 dimana
penambahan asam ini sebagai pendonor H+ untuk membentuk asam benzoat,
dihasilkan larutan menjadi warna putih. Lalu, didinginkan larutan tersebut agar
membentuk kristal asam benzoat. Kemudian disaring dan didapatkan produk mentah
asam benzoat yang belum murni sebanyak 5,21 gram. Untuk memurnikannya,
dilakukanlah proses rekristalisasi asam benzoat dengan menggunakan air suling
panas, didapatkanlah kristal asam benzoat sebanyak 4,81 gram.
VIII.Kesimpulan
1. Benzaldehid merupakan suatu senyawa aldehid yang
mempunyai gugus karbonil yang dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik dimana
ion karbon dapat dihasilkan dari senyawa aldehid yang memiliki H alfa dengan
basa kuat
2. Reaksi yang terjadi adalah reaksi cannizarro
dimana aldehid yang tidak memiliki hydrogen alfa bereaksi dengan basa kuat
mengalami oksidasi dan reduksi serentak atau diproposikan menjadi asam benzoat
atau benzil alkohol
IX.Daftar Pustaka
Daintith, 1994 . Introduction to Organic Laboratory
Techniques: A Small Scale Approach. Thomson Brooks/Cole http
Ridwan, 1990
. Oganic Chemistry 8th Edition. Pretince
Hall.
Sudjaji,2015.
Diktat
Praktikum Sintesis Organik. Depok : Departemen Kimia FMIPA UI.
Tim Praktikum Kimia
Organik II, 2020.Penuntun
Praktikum Kimia Organik.Universitas Jambi
Permasalahan
1. tolong anda jelaskan apa faktor yang sangat berperan penting dalam percobaan ini untuk mendapaatkan hasil yang bagus!?
2. Apa prinsip kerja pada percobaan ini.?
3. Apakah H2 SO4 dalam percobaan ini bisa digantikan dengan larutan lain ?
Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073 ingin mencoba menjawab permasalahan ke 3
BalasHapusH2SO4 dalam percobaan ini bisa digantikan dengan larutan lain yang memiliki karakteristik yang sama sebagaiman fungsinya sebagai pendonor H+ untuk membentuk asam benzoat, dilakukan pendinginkan untuk membentuk kristal asam benzoat
Saya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 2. Pada percobaan ini adalah percobaan cannizzaro
BalasHapusPrinsip dasar dari reaksi cannizzaro adalah dengan mereaksikan benzaldehid dengan KOH yang akan menghasilkan benzil alkohol dan asam benzoat. Terimakasih
Baiklah saya Vika Seputri (A1C118086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 1 menurut saya, faktor yang sangat berperan penting dalam percobaan ini untuk mendapaatkan hasil yang bagus adalah pelarut yang digunakan sebab jika praktikan salah menggunakan pelarut maka percobaan bisa saja tidak berhasil, serta percobaan dapat dikatakan berhasil jika suatu percobaan tersebut menimbulkan suatu uap dan gas, timbulnya suatu endapan pada saat pencampuran larutan, warna larutan yang berubah dari warna awalnya dan perubahan suhu yang terjadi pada setelah pereaksian. Terimakasih 🙏🏻
BalasHapus