LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 6
“ SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM”
DISUSUN OLEH :
PALMA LARISYAH LUBIS
(A1C118014)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VI. DATA PENGAMATAN
“UJI TANIN “
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Dimasukan kegelas kimia kulit arjuna
yang telah dibubuk lalu ditambahkan air secukupnya kemudian
dipanaskan diatas mantel pemanas selama beberapa menit. |
Pemanasan untuk memdapatkan ekstrak air. |
Berwarna coklat kemerahan |
|
2. |
Setelah mendidih saring isi gelas kimia melalui kertas saring , setelah penyaringan ambil
ekstraksi berair kulit arjuna dan tambahkan 2 ml ekstrak ke dalam tabung
reaksi1 dan 2 |
Disaring untuk memisahkan serbuk dan ekstrak air. |
Berwarna coklat kemerahan |
|
3 |
Dua Tabung reaksi diisi dengan 2
ml ekstrak tadi ,laluditambahkan beberapa tetes larutan besi
klorida 5 % padatabung pertama . |
Larutan besi klorida bertujuan untuk menguji
kandungan tannin dalam sampel |
Tabung 1 berwarna biru tua, berarti
menandakan mengandung tannin. Tabung 2 berwarna coklat kemerahan (masih dalam
ekstrak asli ) |
|
4. |
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 % yang mengadung 10%
NaCl pada tabung pertama . |
Larutan gelatin bertujuan untuk menguji kandungan
tannin dalam sampel. |
Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan
putih . Tabung 2 berwarna coklat kemerahan . |
|
5. |
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat pada tabung
pertama. |
Larutan timbal asetat bertujuan
untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan
putih . Tabung 2 berwarna coklat kemerahan . |
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Dimasukkan daun teh hijau ke dalam
erlenmeyer dan ditambahkan air secukupnya kemudian dididihkan di atas mantel
pemanas selama sekitar beberapa menit |
Pemanasan bertujuan untuk menyiapkan ekstrak air. |
Berwarna hijau ke kuningan. |
|
2. |
Selanjutnya disaring . |
Penyaringan bertujuan untuk memisahkan ekstrak air
dari serbuk. |
Berwarna kuning |
|
3. |
Dua Tabung reaksi diisi dengan 2
ml ekstrak tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan besi
klorida 5 % padatabung pertama . |
Larutan besi klorida bertujuan untuk menguji
kandungan tannin dalam sampel |
Tabung satu berubah warna menjadi biru tua. Tabung 2 tetap berwarna kuning . |
|
4. |
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 % yang mengadung 10%
NaCl pada tabung pertama . |
Larutan gelatin bertujuan untuk menguji
kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung 1 berwarna kuning agak putih Tabung 2 berwarna kuning bening |
|
5. |
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat pada tabung
pertama. |
Larutan timbal asetat bertujuan
untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung satu berwarna kuning dan terdapat endapan
putih Tabung kedua berwarna kuning bening |
“UJI FLAVONOID”
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1 |
bubuk kulit jeruk di masukkan ke labu erlenmeyer,
lalu dicampurkan dengan methanol 95% dan diaduk |
Untuk membuat ekstrak etanolic, diaduk supaya
bubuknya dapat larut dengan metanol |
Didapatkan larutan berwarna oranye |
|
2 |
Stelah diaduk, di tutup wadahnya lalu didiamkan
selama 30 menit |
Bertujuan untuk mengendapkan larutan atau
menjenuhkan larutan |
Warna larutan oranye dengan ada endapan |
|
3 |
Disaring, dan ekstraknya dilakukan tes Shinoda |
Tujuan disaring supaya bisa mendapatkan filtrat
atau ekstrak etanol nya |
Larutannya berwarna kuning |
|
4 |
Dimasukkan ekstrak etanol ke tabung reaksi 2-3 ml
lalu tambahkan HCl 2-3 tetes + 2 buah magnesium |
Magnesium dan HCl disini digunakan karena untuk
menguji flavonoid dengan tes Shinoda, dimana jika warna oranye kemerahan yang
muncul dinyatakan positif flavonoid, karena terjadi ikatan antara flavonoid
dengan Mg berlebih |
Setelah dicampurkan , didapatkan larutan yang
berwarna orange kemerahan, menandakan positif flavonoid. |
|
5 |
Selanjutnya identifikasi flavonoid dengan reagen
alkalin, Dimasukkan ekstrak etanol ke dua tabung reaksi
lalu ditambahkan 2% NaOH di kedua tabung. Lalu ditabung kiri
ditambah HCl |
NaOH digunakan sebagai katalis basa yang
menyebabkan terjadinya pengurain senyawa flavonoid menjadi molekul asetofenon
yang berwarna kuning sampai cokelat. HCl digunakan untuk menghidrolisis flavonoid
mmenjadi aglikonnya yang akan mengahasilkan warna merah, kuning, ataupun
jingga. |
Pada tabung kiri, wananya kuning dan pada tabung
kanan berwarna oranye. Terlihat pada tabung kiri menandakan terdapat
flavonoid. |
“UJI SAPONIN”
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1 |
Disiapkan bubuk akar manis dan air secukupnya
kemudian di campurkan dan di goyangkan perlahan |
Digoyangkan bertujuan untuk memisahkan getah dalam
bubuk |
Larutan berwarna coklat krim dan sedikit ada busa
di bagian atas |
|
2 |
Di aduk menggunakan batang pengaduk |
Pengadukan ini bertujuan agar campuran merata |
Larutan teteap berwarna coklat krim tetapi busa
bertambah di bagian atas |
|
3 |
Dipanaskan diatas mantel pemanas sekitar 15 menit |
Pemanasan dilakukan untuk mendapatkan extrak air |
Larutan tetap ciklat krim da nada busa di atas |
|
4 |
Didinginkan dan saring menggunakan kertas saring
dan di tamping extrak air di gelas kimia |
Penyaringan dilakukan untuk memisahkan busa dari
cairan |
Larutan coklat krim dan berbusa setelah di saring
menjadi berwarna coklat gelap tidak ada busa |
|
5 |
Extrak di dalam gelas kimia tadi dipindahkan
sebanyak 02 ml ke dalam tabung reaksi kemudian digoyangkan |
Digoyangkan bertujua untuk membentuk busa |
Larutan coklat gelap dan dibagian atas terdapat
busa |
|
6 |
Diamkan tabung reaksi selama 5 menit |
Untuk melihat kestabilan busa, bila busa tetap ada
maka dapat dinyatakan terdapat saponin didalam extrak tersebut |
Larutan tetap berwarna coklat gelat dan di atas
tetap ada busa, maka dalam extrak ini terdapat saponin |
VII. Pembahasan
Pada
percobaan ini kami tidak melakukan nya di laboratorium dimana keadaan yang
tidak memungkinkan akibat terjadinya virus covid 19 ini jadi kami menganalisis video
pada percobaan ini dimana yang pertama dilakukan pengujian :
· “UJI TANIN “
Pertama itu dimasukan kegelas kimia kulit arjuna yang telah dibubuk lalu ditambahkan air secukupnya kemudian dipanaskan diatas mantel dan dibiarkan pemanas selama beberapa menit. tujuan dari Pemanasan ini yaitu untuk mendapatkan ekstrak air. Sehingga didapatkan lah hasilnya berwarna coklat kemerahan. Langkah berikutnya yaitu setelah mendidih saring isi gelas kimia melalui kertas saring , setelah penyaringan ambil ekstraksi berair kulit arjuna dan tambahkan 2 ml ekstrak ke dalam tabung reaksi1 dan 2 tujuannya yaitu untuk memisahkan serbuk dan ekstrak air dan dipatkan lah hasilnya berwarna coklat kemerahan.
Dua Tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan besi klorida 5 % pada tabung pertama . Larutan besi klorida bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel dan hasilnya yaitu Tabung 1 berwarna biru tua, berarti menandakan mengandung tannin.Tabung 2 berwarna coklat kemerahan (masih dalam ekstrak asli ).
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 % yang mengadung 10% NaCl pada tabung pertama .tujuannya agar Larutan gelatin bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel dan didaptakan lah hasilnya menjadi Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan putih .Tabung 2 berwarna coklat kemerahan . langkah terakhir yaitu Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat pada tabung pertama Larutan timbal asetat bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan putih .Tabung 2 berwarna coklat kemerahan .
· “UJI FLAVONOID”
Pertama bubuk kulit jeruk di masukkan ke labu erlenmeyer, lalu dicampurkan dengan methanol 95% dan diaduk Untuk membuat ekstrak etanolic, diaduk supaya bubuknya dapat larut dengan methanol dan hasilnya didapatkan larutan berwarna oranye Kemudian setelah diaduk, ditutup wadahnya lalu didiamkan selama 30 menit. Hal ini dilakukan untuk mengendapkan larutan atau menjenuhkan larutan tersebut, sehingga dihasilkan warna larutan orange dan terdapat endapan. Lalu, dilakukan penyaringan dan ekstraknya dilakukan tes Shinoda. Dimana, tujuan disaring supaya bisa mendapatkan filtrate atau ekstrak etanolnya, dihasilkan larutan berwarna kuning.
Tahap selanjutnya yaitu dimasukkan ekstrak etanol ke tabung reaksi 2-3 ml lalu ditambahkan HCl 2-3 tetes + 2 buah magnesium. Dimana, magnesium dan HCl disini digunakan karena untuk menguji flavonoid dengan tes Shinoda. Apabila warna orange kemerahan yang muncul pada larutan, maka larutan dinyatakan positif flavonoid, karena terjadi ikatan antara flavonoid dengan Mg berlebih. Ternyata, setelah dicampurkan, didapatkan larutan yang berwarna orange kemerahan, menandakan kulit jeruk positif flavonoid.
Kemudian, dilakukan identifikasi flavonoid dengan reagen alkalin. Pertama-tama, dimasukkan ekstrak etanol ke dua tabung reaksi lalu ditambahkan 2% NaOH di kedua tabung. Lalu ditabung kiri ditambahkan HCl. Dalam identifikasi ini NaOH digunakan sebagai katalis basa yang menyebabkan terjadinya penguraian senyawa flavonoid menjadi molekul asetofenon yang berwarna kuning sampai cokelat. HCl digunakan untuk menghidrolisis flavonoid menjadi aglikonnya yang akan menghasilkan warna merah, kuning ataupun jingga. Adapun hasil yang didapat, pada tabung kiri, warnanya kuning dan pada tabung kanan berwarna orange. Sehingga dalam hal ini, pada tabung kiri menandakan positif terdapat flavonoid.
· Uji Saponin
Pada percobaan ini, dilakukan uji senyawa bahan alam saponin pada bubuk akar manis. Pertama-tama, disiapkan bubuk akar manis dan air secukupnya kemudian ducampurkan dan digoyangkan perlahan. Dihasilkan larutan berwarna coklat krim dan sedikit ada busa dibagian atas. Kemudian, diaduk menggunakan batang pengaduk. Adapun tujuan pengadukan dilakukan untuk menghomogenkan campuran. Hasil pengamatan larutan tetap berwarna coklat krim tetapi busa bertambah dibagian atas.
Tahap berikutnya yaitu dilakukan pemanasan menggunakan mantel pemanas sekitar 15 menit. Pemanasan ini dilakukan untuk mendapatkan ekstrak air. Hasilnya, larutan tetap coklat krim dan ada busa dibagian atas. Lalu, dilakukan pendinginan dan saring menggunakan kertas saring dan ditampung ekstrak air di gelas kimia, dihasilkan larutan coklat krim dan berbusa setelah disaring menjadi berwarna coklat gelap tidak ada busa.
Kemudian, ekstrak didalam gelas kimia tadi dipindahkan sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi kemudian digoyangkan. Proses penggoyangan tabung ini dilakukan untuk menimbulkan busa pada ekstrak. Hasilnya larutan coklat gelap dan dibagian atas tedapat busa. Kemudian, didiamkan tabung reaksi selama 5 menit. Pendiaman ini dilakukan untuk melihat kestabilan busa, apabila busa tetap terdapat pada tabung reaksi maka dapat dinyatakan pada ekstrak positif mengandung saponin. Dihasilkan larutan tetap berwarna coklat gelap dan diatas tetap ada busa, maka dalam ekstrak ini terdapat saponin.
VIII. Kesimpulan
·
Skrining
fitokimia merupakan tahap pendahuluan dalam satu penelitihan fitokimia yang
bertujuan umtuk memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkadang
dalam tanaman yang sedang diteliti.
·
Metode
skirining fitokimia dilakukan dengan melihat reaksi pengujian warna degan
menggunakan suatu pereaksi warna. Hal penting yang berperan penting dalam
skring fitokimia adalah pemilihan pelarut dan metode ekstraksi
·
Pada
percobaan ini dilakukan dengan pengujian flavonoid ,uji tannin dan uji saponin.
IX.Daftar Pustaka
Harbone,
J.B, 1987.” Phitochemical method metode
fitikomia terjemahan oleh kosasih Padwaminata & iwang soediro”, ITB
press ; Bandung.
Kristiani,A,N,N,S,dkk,2008,”
buku ajar fitokimia’, jurusan kimia
laboratorium kimia organic FMIPA,Universitas Airlangga; Surabaya
Robinson,1995,’kandungan organic tumbuhan tinggi”,ITB
Press; Bandung.
Permasalahan
1. Apa
prinsip kerja pada uji flavonoid pada
percobaan ini ?
2. Pada
prosedur uji Tanin yang kedua pa yang menyebabkan sehingga warna nya bisa
berubah menjadi coklat kemerahan?
3. Pada
uji saponin mengapa harus dilakukan pendinginan?
Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 1. Pada Uji Flavonoid digunakan tes Shinoda pada sampel. Jika terjadi perubahan warna menjadi orange sampai merah pada sampel menandakan adanya senyawa flavonoid. Selanjutnya dilakukan tes dengan reagen alkalin, jika terjadi perubahan warna menjadi kuning berarti menandakan terdapatnya senyawa flavonoid.
BalasHapusBaiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3, yaitu dimana didinginkan larutan tersebut supaya menghilangkan busa yang terbentuk sehingga memudahkan saat proses penyaringan dimana semua ekstrak air tersaring sempurna, dan memudahkankan saat proses mengoncangkan tabung reaksi supaya melihat apakah terdapat busa atau tidak setelah dilakukan proses tersebut. Terima kasih
BalasHapusSaya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Warna coklat kemerahan pada uji tanin tersebut merupakan warna dari proses ekstraksi kulit Arjuna, dimana apabila kulit Arjuna diekstraksi dengan pelarut air dan dipanaskan maka nantinya akan dihasilkan larutan berwarna coklat kemerahan.
BalasHapus