JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  8

"Isolasi  Senyawa Bahan Alam (steroid dan terpenoid)"

 




 

DISUSUN OLEH :

PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020



PERCOBAAN  8



 

 

I.                     JUDUL  : Isolasi  Senyawa Bahan Alam (steroid dan terpenoid)

 

II.                TUJUAN                        :

          Adapun tujuan dari praktikum kali ini ialah:

1.    Dapat memahami dan mengerti dari teknik- teknik isolasi bahan alam (steroid dan terpenoid)

2.    Dapat mengerti  dan mengenal sifat- sifat kimia steroid dan terpenoid dari reaksi- reaksi pengenalan spesifik.

III.             Landasan Teori

          Terpenoid adalah senyawa metabolit sekunder  terbesar dan paling beragam dari bahan alam, mulai dari struktur linear sampai pada molekul polisiklik dan dalam segi ukuran mulai dari hemiterpen dengan lima karbon hingga karet alam, yang terdiri dari ribuan unit isopren. Istila terpenoid berasal dari fakta bahwa senyawa pertama dari kelompok ini diisolasi dari minyak terpentin (destilat dari resin pohon sejenis pinus). Biasanya terpenoid diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana, eter atau kloroform dan dapat dipisahkan melalui kromatografi menggunakan silika gel atau alumina dengan pelarut yang sesuai (Ilyas, 2011: 17).

            Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan oksigenasi dari senyawa terpen. Terpen merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan dan sebagian kelompok hewan. Rumus molekul terpen adalah (C5H8)n. Terpenoid disebut juga dengan isoprenoid. Hal ini disebabkan karena kerangka karbonnya sama seperti senyawa isopren. Secara struktur kimia terenoid merupakan penggabungan dari unit isoprena, dapat berupa rantai terbuka atau siklik, dapat mengandung ikatan rangkap, gugus hidroksil, karbonil atau gugus fungsi lainnya (Lenny, 2006).

            Steroid merupakan senyawa yang memiliki kerangka dasar triterpena asiklik. Ciri umum steroid ialah sistem empat cincin yang tergabung. Cincin A, B dan C beranggotakan enam atom karbon, dan cincin D beranggotakan lima. Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan kelompok senyawa yang penting dengan struktur dasar sterana jenuh dengan 17 atom karbon dan 4 cincin. Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol, progesteron, dan estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin (Widayati ,2005).

IV.             ALAT DAN BAHAN

 

4.1.Alat

·                  Corong gelas

·                  Tabung reaksi

·                  Erlenmeyer 250ml

·                  Plat tetes

·                  Gelas kimia 200 ml

·                  Lumpang

·                  Pipet tetes

·                  Gelas ukur

 

 

4.2.   Bahan

·                  Kloroform

·               Etanol

·                  NaOH padatan

·                  pereaksi Dragendrof

·                  pereaksi meyer

·                  Iodine

·                  Brusin

       Shinoda

·                  Heksan

·                  KI

·                 Pereaksi wagner

 

 

 

 

V.                PROSEDUR KERJA

1.            Sebanyak 5 gram simplia tumbuhan kering diisikan pada Erlenmeyer, diisikan sebanyak 250 ml air, 25 ml etanol

2.            Dilakukan pemanasan diatas penangas air selama 10 menit, disaring.

3.           Diuapkan filtrat dengan rotary evavorator atau penangas air.

4.            Ditriturasi ekstrak etanol pekat yang diperoleh dengan sedikit eter

5.           Beberapa tetes larutan eter ditempatkan dalam 2 lobang plat tetes, dibiarkan

6.            Ditambahkan sebanyak 2-3 tetes anhidrida asam asetat, diaduk.

7.           Lalu ditambahkan sebanyak setetes H2SO4 pekat

8.          Diamati perubahan warna yang terjadi

 PERMASALAHAN

1.      Apa fungsi H2SO4 pada percobaan ini

2.      Apa prinsip kerja pada percobaan ini

3.      Mengapa pada percobaan prosedur ketiga filtrate nya perlu di uapkan ?


Komentar

  1. Saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1 yaitu berfungsi sebagai reagen Liebermann-Burchad
    . Dimana reagen ini adalah campuran antara HCl pekat dengan H2SO4 pekat. Berdasarkan kemampuan senyawa terpenoid dan steroid
    membentuk warna oleh H2SO4 pekat dalam pelarut asam klorida. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Saya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 3. Mengapa filtrat perlu di uap kan karena untuk memisahkan suatu pelarut(solvent) dari sebuah larutan, sehingga akan menghasilkan ekstrak dengan kandungan atau konsetrasi lebih pekat atau sesuai kebutuhan. Terimakasih

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Mashita (083) akan mencoba menjawab permasalahan no 2
    Terpenoid ini biasanya diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana, eter atau kloroform dan dapat dipisahkan melalui kromatografi menggunakan silika gel atau alumina dengan pelarut yang sesuai. Terimakasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini