JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN  13

" Uji Lemak ."

 




 

DISUSUN OLEH :

PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020


PERCOBAAN 13

I.                   Judul : Uji Lemak .

II.                Tujuan             : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini:

1.      Dapat mengetahui beberapa sifat lemak

2.      Dapat mengetahui reaksi penyabunan dari lemak maupun minyak

III.             Landasan Teori

            Lemak adalah salah satu komponen makanan multifungsi yang sangat penting pada kehidupan. Selain memilki sisi positif, lemak juga mempunyai sisi negatif terhadap kesehatan. Fungsi lemak dalam tubuh antara lain sebagai sumber energi, bagian dari membrane sel, mediator aktivitas aktivitas biologis antar sel, isolator dalam menjaga keseimbangan suhu tubuh, pelindung organ-organ  tubuh serta pelarut vitamin A, D, E dan K. Penambhan lemak dalam makanan memberikan efek rasa lezat dan tekstur makanan menjadi lembut serta gurih. Di dalam tubuh, lemak menghasilkan energi dua kali lebih banyak dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, yaitu 9 Kkal/gram lemak yang dikonsumsi (Sartika, 2008).

            Minyak dan lemak termasuk lipid netral. Minyak dan lemak berperan sangat penting dalam gizi kita yaitu sebagai sumber energi, cita rasa, serta sumber vitamin A, D, E dan K. Setiap gram lemak mengandung 2,25 kali dari jumlah kalori yang dihasilkan oleh satu gram protein atau karbohidrat. Satu gram minyak atau lipid dapat menghasilkan 9 kkal/gram, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal/gram. Minyak atau lemak, khususnya minyak nabati, mengandung asam-asam  lemak esensial seperti asam linoleat, asam linolenat dan asam arkidonat yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol (Winarno dalam Oktaviani, 2009).

            Asam lemak adalah bagian penting dari seluruh jaringan tubuh dan merupakan bagian utama senyawa fodpolipid membran sel. Dalam tubuh, asam lemak tidak hanya diperkukan untuk sintesa membran, modifikasi protein dan kabohidrat, pembangunan beberapa elemen struktur dalam sel dan jaringan, menghasilkan senyawa penanda dan bahan bakar, tetapi juga untuk melarutkan berbagai macam bagian seluler serta ekstraseluler yang sulit larut dan  nonpolar (Tuminah, 2010).

            Secara kimia, lemak dibagi menjadi tiga yaitu lemak sederhana, lemak majemuk dan turunan lemak. Lemak sederhana yaitu apabila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol, biasanya berupa gliserol serta menghasilkan asam lemak. Lemak majemuk yaitu apabila dihidrolisis akan mengahasilkan alkohol, asam lemak dan senyawa lainnya seperti fosfat, asam amino, basa organik, seperti kolin atau betain. Lemak majemuk mengandung listrik atau paling tidak mempunyai pengkutuban muatan dalam molekulnya, sehingga lebih mudah berinteraksi dengan air. Turunan lemak yaitu berbagai senyawa yang diperoleh dari hidrolisis atau pemecahan kedua jenis lemak terdahulu, yang termasuk dalam kelompok ini adalah gliserol dan berbagai alkohol lain yang ikut menyusun lemak, asam lemak dengan ikatan rangkap (ikatan tak jenuh) dan asam lemak tanpa ikatan rangkap (jenuh) (Sistiawan, 2011).

 

IV.             Alat dan Bahan

     4.1 Alat

-          Plat tetes  

-          Gelas beker

-          Gelas Ukur

-          Pipet tetes

-          Tabung reaksi

-          Rak tabung reaksi

-          Indikator universal

-          Pipet Ukur

-          Pro pipet

-          Vortex

   4.2 Bahan

            - Larutan Sabum

            - Larutan CH3COOH

            - Larutan CaCl2 1%

            -Larutan MgSO4 1%

            - Larutan Pb Asetat 1%

            - Larutan HCl pekat

            - Larutan KMnO4 0,1 N

            - Larutan eter

            - Minyak

            - Aquadest

            - Indikator PP

 

V.                Prosedur Kerja

5.1 Uji Pembentukan Garam

1.      Dimasukkan kedalam gelas beker larutan sabun sebanyak 30 ml. Lalu dicek pH nya sampai pH=7. Jika belum 7 maka ditambahkan larutan CH3COOH hingga pH nya menjadi 7.

2.      Dibagi larutan tersebut menjadi tiga tabung, tabung 1 berisi 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan CaCl2 1%, tabung 2 berisi 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan MgSO4 1% dan tabung 2 disii 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan Pb asetat 1%.

3.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

 

5.2 Uji Hidrolisa Sabun

1.      Dimasukkan kedalam tabung reaksi larutan sabun sebanyak 10 ml, lalu ditambah dengan 5 ml aquades.

2.      Ditambahkan indikator PP sebanyak 3 tetes pada tabung reaksi. Kemudian larutan di vortex sampai homogen.

3.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

 

5.3 Uji Sifat Emulsi Lemak

1.      Dimasukkan 2 ml aquades pada tabung reaksi 1 lalu ditambahkan 5 tetes minyak. Pada tabung reaksi 2, dimasukkan 2 ml aquades lalu ditambahkan 5 tetes minyak dan 2 ml larutan sabun. Setelah itu di vortex dan didiamkan.

2.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

 

5.4 Uji Sifat Ketidak jenuhan Lemak

1.      Dimasukkan kedalam tabung reaksi 2 ml minyak dan 5ml larutan eter. Lalu, divortex campuran dan ditambahkan KMnO4 0,1 N sebanyak 3 tetes.

2.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

 

5.5 Uji Pembuatan Asam Minyak

1.      Dimasukkan kedalam tabung reaksi 5 ml larutan sabun dan 3 ml larutan HCl pekat. Lalu, divortex dan didiamkan hingga terbentuk  2 lapisan.

2.      Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.

 

PERMASALAHAN

1.      Apa kegunaan MgSO4 pada percobaan ini?

2.      Apa prinsip kerja pada percobaan ini?

3.      Pada uji sifat ketidak jenuhan lemak apa fungsi dari KMnO4


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 3. Fungsi penambahan KMnO4 adalah untuk oksidator yang memecah ikatan rangkap lemak (lemak tak jenuh) menjadi ikatan tunggal (asam lemak jenuh).

    BalasHapus
  3. Saya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 1 yaitu untuk melihat apakah terbentuk adanya garam atau tidak dalam larutan tersebut

    BalasHapus
  4. Susilawati 091 akan menjawab permasalahan no 2. Prinsip pembuatan emulsi adalah pencampuran atau homogenasi tanpa melibatkan suhu tinggi dalam waktu yang relatif singkat, sehingga komponen aktifnya terutama karotenoid dan tokoferol relatif stabil.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini