LAPORA PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 11
"Uji Karbohidrat"
DISUSUN OLEH :
PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VI. Data
Pengamatan
6.1 Uji Molisch
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Digerus
masing-masing bahan (1.terasi ,2. Otot bandeng ,3. Ikan bandeng 4.
Ikan rebus ) dengan menggunakan mortal lalu ditambahkan air aquades |
Tujuan menggunakan
mortal untuk memperhalus sampel. Tujuan diberikan
aquades untuk melarutkan sampel. |
1.
Gelas kimia 1 Sampel berwarna coklat susu. 2.
Gelas kimia 2 sampel berwarna bening 3.
Gelas kimia 3 sampel berwarna coklat gelap 4.
Gelas kimia 4 sampel berwarna keruh |
|
2. |
Dimasukan masng masing
sampel kedalam tabung reaksi sebnayak 15 tetes , setelah itu masing-masing
sampel dimasukan pereaksi molish sebanyak 3 tetes aduk hingga rata . |
Pereaksi molish
bertujuan untuk menunjukkan adanya karbohidrat. |
1.
Tabung reaksi 1 sampel berwarna ungu 2.
Tbaung reaksi 2 sampel berwarna ungu 3.
Tabung reaksi 3 sampel berwarna coklat gelap 4.
Tabung reaksi 4 sampel berwarna kuning gelap. |
|
3. |
Kemudian tambahkan
masing-masing sampel H2SO4 sebanyak 1 ml . |
Tujuan diberi asam
sulfat akan menghidrasi karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol
bereaksi dengan furfural yang akan membentuk senyawa ungu. |
1.
Tabung reaksi 1 tebentuk cicin ungu . 2.
Taung reaksi 2 terbentuk dua lapisan, lapisan atas berwarna
ung dan lapisan bawah berwarna kuning , dan terdapat bentuk cicin yang menaddakan
karnohidrat. 3.
Tabung reaksi 3 terbentuk 3 lapisan . lapisan atas berwarna
coklat keruh lapisan tengah ungu,lapisan bawah berwarna bening. 4.
Tabung reaksi 4 terbentuk 3 lapisan lapisan bawah berwarna
bening ,lapisan tengah berwarna dan lapisan atas berwarna coklat
gelap. |
6.2 Uji Iodin
|
NO. |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1 |
Disiapkan 5 tabung
reaksi dan dimasukkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml 1.
amilum 2.
glukosa 3.
laktosa 4.
sukrosa 5.
fruktosa |
Untuk memudahkan
menguji sampel tersebut ada tidaknya karbohidrat |
1.
Tabung reaksi 1 (amilum berwarna bening ) 2.
Tabung reaksi 2 ( glukosa berwarna bening ) 3.
Tabung reaksi 3 (laktosa berwarna bening ) 4.
Tabung reaksi 4 (sukrosa berwarna bening ) 5.
Tabung reaksi 5 (fruktosa berwarna bening) |
|
2 |
Kemudian ditambahkan
larutan iodin sebanyak 3 tetes ke dalam masing-masing sampel, lalu
diaduk |
Larutan iodin
bertujuan untuk menunjukkan adanya karbohidrat |
1.
Tabung reaksi 1 (amilum berwarna ungu pekat) 2.
Tabung reaksi 2 (glukosa berwarna kuning bening ) 3.
Tabung reaksi 3 (laktosa berwarna kuning keemasan ) 4.
Tabung reaksi 4 (sukrosa berwarna kuning keemasan ) 5.
Tabung reaksi 5 (Fruktosa berwarna kuning keemasan ) |
6.3 Uji Benedict
|
NO. |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Disiapkan 2 tabung reaksi yang masing-masing dimasukkan dengan
benedict ± 3 ml |
Untuk persiapan pengujian benedict |
Larutan benedict berwarna biru |
|
2. |
- Tabung 1 ditambahkan pereaksi glukosa ± sebanyak 1 ml - Tabung 2 ditambahkan pereaksi Gom Arap ± sebanyak 1 ml |
Untuk mengetahui golongan karbohidrat yang dapat mereduksi |
-Tabung 1 : larutan berwarna biru muda -Tabung 2 : larutan berwarna biru muda |
|
3. |
Kemudian dimasukkan tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2 ke penangas air ±
selama 5 menit |
Untuk menguji keberadaan pereduksi dalam sampel Untuk mempercepat terjadinya reaksi sehingga akan cepat mengalami
perubahan warna |
-Tabung reaksi 1 : larutan berwarna merah bata -Tabung reaksi 2 : tidak terjadi perubahan warna (larutan tetap berwarna
biru muda) |
VII.
Pembahasan
7.1
Uji Molisch
Pada
percobaan ini, kami menganalisis video percobaan uji karbohidrat dengan
menggunakan uji molisch. Dimana, pereaksi molisch ini merupakan larutan
α-naftol 5% dalam alkohol. Dalam uji karbohidrat ini, dilakukan uji pada
beberapa bahan, yaitu terasi, otot bandeng, ikan bandeng, dan ikan rebus.
Adapun hal pertama yang dilakukan yaitu digerus masing-masing bahan dengan
menggunakan mortal lalu ditambahkan air aquades. Dimana, digunakannya mortal
yaitu untuk memperhalus dan aquades digunakan untuk melarutkan sampel.
Hasilnya, mula-mula gelas kimia 1 (terasi) sampel berwarna coklat susu, gelas
kimia 2 (otot bandeng) sampel berwarna bening, gelas kimia 3 (ikan bandeng)
sampel berwarna coklat gelap dan gelas kimia 4 (ikan rebus) berwarna keruh.
Tahap
selanjutnya, dimasukan masng masing sampel kedalam tabung reaksi sebnayak 15
tetes , setelah itu masing-masing sampel dimasukan pereaksi molish sebanyak 3
tetes aduk hingga rata. Pereaksi molish ini digunakan untuk menunjukkan adanya
karbohidrat pada sampel. Adapun hasil yang didapatkan yaitu tabung reaksi 1
sampel berwarna ungu, tabung reaksi 2 sampel berwarna ungu, tabung reaksi 3
sampel berwarna coklat gelap dan tabung reaksi 4 sampel berwarna kuning gelap.
Setelah
ditambahkan pereaski molisch, selanjutnya ditambahkan masing-masing sampel
dengan H2SO4 sebanyak 1 ml. Adapun tujuan ditambahkannya asam
sulfat akan menghidrasi karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol bereaksi
dengan furfural yang akan membentuk senyawa ungu. Hasil yang didapatkan yaitu
tabung reaksi 1 tebentuk cincin ungu , tabung reaksi 2 terbentuk dua lapisan
dimana lapisan atas berwarna ungu dan lapisan bawah berwarna kuning , dan
terdapat bentuk cicin yang menandakan adanya kandungan karbohidrat, tabung
reaksi 3 terbentuk 3 lapisan . lapisan atas berwarna coklat keruh lapisan
tengah ungu,lapisan bawah berwarna bening dan tabung reaksi 4 terbentuk 3
lapisan lapisan bawah berwarna bening ,lapisan tengah berwarna ungu dan lapisan
atas berwarna coklat gelap.
7.2
Uji Iodin
Pada
percobaan ini, kami menganalisis video percobaan uji karbohidrat dengan
menggunakan uji iodin. Dimana, uji iod ini menggunakan pelarut iodin. Umumnya,
uji iodin ini digunakan untuk mengetahui sampel mana yang termasuk
monosakarida, disakarida ataupun polisakarida. Dalam uji karbohidrat ini,
dilakukan uji pada beberapa sampel yaitu amilum, glukosa, laktosa, sukrosa dan
fruktosa. Adapun hal pertama yang dilakukan yaitu disiapkan 5 tabung reaksi dan
dimasukkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml. Mula mula pada tabung
reaksi 1 (amilum) berwarna bening , tabung reaksi 2 ( glukosa) berwarna bening
, tabung reaksi 3 (laktosa) berwarna bening, tabung reaksi 4 (sukrosa) berwarna
bening dan tabung reaksi 5 (fruktosa) berwarna bening.
Tahap
selanjutnya, ditambahkan larutan iodin sebanyak 3 tetes ke
dalam masing-masing sampel, lalu diaduk. Dimana, larutan iodin
bertujuan untuk menunjukkan adanya karbohidrat. Hasil yang didapatkan yaitu
pada tabung reaksi 1 (amilum) berwarna ungu pekat, tabung reaksi 2 (glukosa)
berwarna kuning bening, tabung reaksi 3 (laktosa) berwarna kuning keemasan,
tabung reaksi 4 (sukrosa) berwarna kuning keemasan dan tabung reaksi 5
(fruktosa) berwarna kuning keemasan.
7.3
Uji Benedict
Pada
percobaan ini, kami menganalisis video percobaan uji karbohidrat dengan
menggunakan uji benedict. Umumnya, uji benedict ini digunakan untuk mengetahui
sampel kandungan gula (karbohidrat) pereduksi Dimana, gula pereduksi meliputi
monosakarida dan disakarida seperti maltosa dan laktosa. Dalam uji karbohidrat
ini, dilakukan uji pada larutan glukosa. Adapun hal pertama yang dilakukan
yaitu disiapkan 2 tabung reaksi yang masing-masing dimasukkan dengan
benedict ± 3 ml dimana dihasilkan larutan benedict
berwarna biru.
Tahap
selanjutnya, pada tabung 1 ditambahkan pereaksi glukosa ± sebanyak 1 ml sedangkan
pada tabung 2 ditambahkan pereaksi gom arap ± sebanyak 1 ml. Dimana, uji
ini dilakukan untuk mengetahui golongan karbohidrat yang merupakan gula
pereduksi. Adapun hasil yang didapat yaitu pada tabung 1 larutan berwarna biru
muda dan tabung 2 juga larutan berwarna biru muda. Oleh karena itu,
dilakukan pemanasan dengan dimasukkan tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2
ke penangas air ± selama 5 menit. Pemanasan ini dilakukan untuk mempercepat
terjadinya reaksi sehingga akan cepat mengalami perubahan warna. Hasil yang
didapatkan yaitu tabung reaksi 1 larutan berwarna merah bata dan tabung
reaksi 2 tidak terjadi perubahan warna (larutan tetap berwarna biru muda).
VIII.KESIMPULAN
Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan
tubuh manusia, hewan dan tumbuhan di samping lemak dan protein. Uji yang
dilakukan ada uji molisch ,uji iodine ,dan uji benecid .
IX.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier.
S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Sirajuddin
dan Najamuddin, 2011.Biokimia Harper . Jakarta : Penerbit Buku
KedokteranEGC
Girindra, 1990.Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat.
Erlangga, Jakarta.
PERMASALAHAN
1.Apakah yang menjadi factor utama keberhasilan utama dalam percobaan uji Karbohidrat ini
2.Apakah larutan yang digunakan pada uji benicid sehingga
bisa menyebabkan bisa berwarna biru
3. Pada uji molisch apakah sampel H2SO4 bisa
digantikan dengan sampel lain ?
Baiklah saya Muhamad Khoirul Abdillah (040) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. yang menjadi faktor keberhasilan pada uji ini adalah penambahan reagen yang digunakan dengan konsentrasi yang tepat, terimakasih
BalasHapusBaiklah saya Adinda Putri (008) akan menjawab permasalahan nomor 2 yang menyebabkan uji Benedict berubah menjadi warna biru yaitu karena diberikannya larutan Benedict sehingga akan menimbulkan warna biru pada sampel yang menandakan adanya karbohidrat dalam sampel tersebut.
BalasHapusSaya Bella Veronica (095) akan menjawab pertanyaan no.3 menurut saya H2SO4 dapat digantikan asalkan masih memiliki sifat fisik dan kimia yang tidak jauh berbeda.
BalasHapus