LAPORAN HASIL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 8
"Isolasi Senyawa Bahan Alam (steroid dan terpenoid)"
DISUSUN OLEH :
PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VI. Data Pengamatan
6.1 Isolasi Terpenoid
|
NO |
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1. |
Dipotong-potong daun jeruk purut |
Untuk memperkecil ukuran daun jeruk purut |
Didapatkan daun jeruk purut kecil-kecil |
|
2. |
Ditimbang daun yang telah dipotong-potong sebanyak
100 gr, lalu dimasukkan kedalam labu destilat dan ditambahkan 300 ml air,
dilakukan destilasi dengan suhu 40oc |
Untuk memisahkan minyak atsiri dan air |
Didapatkan minyak atsiri sebanyak 1,2 ml |
|
3. |
Dilakukan identifikasi senyawa dengan metode
Kromatografi Lapis tipis (KLT), bagian atas bejana diolesi oleh
vaselin dan dimasukkan etil asetat dan n heksana, lalu dimasukan kertas
penjenuh, kemudian bejana ditutup dengan kaca |
Diolesi vaselin agar udara tidak keluar saat
bejana ditutup Etil asetat dan n heksana berfungsi sebagai fase
gerak pada proses KLT Kertas penjenuhan untuk melihat sejauh mana proses
penjenuhan |
Didapatkan kertas penjenuhan telah basah semua
yang menandakan bejana telah jenuh |
|
4. |
Ditotolkan sampel dan isolat baku pada silica gel,
lalu dimasukan kedalam bejana |
Untuk memisahkan komponen pada sampel dan isolate
baku |
Didapatkan fase gerak mencapai batas akhir dan
komponen dari sampel dan isolate yang ikut begerak bersama pelarut |
|
5. |
Dimati hasil pemisahan pada silica gel menggunakan
sinar UV 254 lalu digambar spot yang muncul pada kertas kalkir, lalu
disemprot dengan reagen vanillin etanolik dan H2SO4, dikeringkan dan
dimasukkan kedalam oven |
Disinari UV agar dapat dilihat Spot yang terdapat
pada silica gel Dilakukan penyemprotan bertujuan untuk memecahkan
senyawa pada plat KLT agar dapat diamati oleh sinar tampak Dimasukan dalam oven untuk mengeringkan silica gel |
Didapatkan bercak/jejak pemisahan dari sampel dan
isolate baku yang berwarna pada silica gel |
6.2 Isolasi Steroid
|
No. |
Perlakuan |
Tujuan |
Hasil |
|
Ditimbang alga merah sebanyak 20 gr
,lalu ditambahkan methanol 100 ml, digoncang selama 3 jam. |
Penambahan methanol bertujuan untuk melarutkan
sampel . |
Larutan
berwarna hijau pekat |
|
|
2. |
Disaring larutan menggunakan corong bucner |
Tujuan disaring untuk memisahkan ekstrak dan
pelarut. |
Larutan berwarna hijau bening |
|
3. |
Selanjutnya larutan tadi dipekatkan dengan
menggunakan rotary evaporator |
Bertujuan mengubah larutan dari bentuk cair
menjadi uap. |
Berubah warna menjadi hijau gelap |
|
4. |
Kemudian dialiri gas N2 Dan terdapat hasill ekstraksi |
N2 bertujuan menghilangkan sisa pelarut |
Hasil ekstraksi berwarna hijau pekat |
|
5. |
Setelah didapatkan hasil ekstraksi dihidrolisis
dengan menambahkan 5 ml asam klorida.lalu di aduk menggunakan magnet stiring
selama 1 jam |
untuk memutus ikatan glikosida glycan |
Larutan berwarna hijau |
|
6. |
Lalu ditambahkan natrium bikarnonat hingga ph
netral.lalu diekstraksi dengan petroleum eter dan methanol lalu dipisahkan
atara fasa organic dan airnya . |
Untuk menghentikan reaksi hidrolisi |
Terdapat dua lapisan , lapisan atas berwarna hijau
pekat dan lapisan bawah berwarna coklat keruh |
|
7. |
Dipekatkan hasil larutan dengan evaporator |
Evaporator bertujuan untuk memastikan bahwa
pelarut tidak ada |
Terdapat hasil lapisan atas berwarna hijau
,lapisan tengah berwarna coklat dan lapisan bawah berwarna bening. |
VII. Pembahasan
.1 Isolasi Terpenoid
Pada percobaan ini,kami
tidak melakukan nya di laboratorium dikarenakan pandemic covid 19 sehingga kami menganalisis video percobaan isolasi
senyawa bahan alam terpenoid dan steroid. Dimana, pada percoban ini dilakukan
isolasi minyak atsiri dari daun jeruk purut. Adapun hal pertama yang kami
analisis dari video tersebut yaitu dipotong-potong terlebih dahulu daun jeruk
purut untuk memperkecil ukuran daun jeruk purutnya. Ditimbang daun yang telah
dipotong-potong sebanyak 100 gram dan dimasukkan kedalam labu destilat dan
ditambahkan 300 ml air, dilakukan destilasi dengan suhu 40oC. Dimana tujuan
dilakukan destilasi ini yaitu untuk memisahkan minyak atsiri dan air. Setelah
dilakukan destilasi, didapatkan minyak atsiri sebanyak 1,2 ml.
Tahap selanjutnya,
dilakukan identifikasi senyawa dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT),
dimana bagian atas bejana diolesi oleh vaselin. Adapun diolesi
vaselin agar udara tidak keluar saat bejana ditutup. Kemudian, dimasukkan etil
asetat dan n heksana, dimana berfungsi sebagai fase gerak pada proses KLT .
Lalu, dimasukan kertas penjenuh dan bejana ditutup dengan kaca. Dimana, kertas
penjenuhan untuk melihat sejauh mana proses penjenuhan. Hasilnya, didapatkan
kertas penjenuhan telah basah semua yang menandakan bejana telah jenuh.
Kemudian, ditotolkan
sampel dan isolat baku pada silica gel, lalu dimasukan kedalam bejana. Dimana
dilakukannya perlakuan ini yaitu untuk memisahkan komponen pada sampel dan
isolate baku. Hasilnya, didapatkan fase gerak mencapai batas akhir dan komponen
dari sampel dan isolate yang ikut begerak bersama pelarut. Kemudian, dilakukan
tahap pengamatan hasil pemisahan pada silica gel menggunakan sinar UV 254
lalu digambar spot yang muncul pada kertas kalkir, lalu disemprot dengan reagen
vanillin etanolik dan H2SO4, dikeringkan dan dimasukkan kedalam oven.
Adapun tujuan disinari
sinar UV ini agar dapat dilihat spot yang terdapat pada silica gel. Kemudian,
dilakukan penyemprotan dengan reagen vanillin etanolik dan H2SO4 bertujuan
untuk memecahkan senyawa pada plat KLT agar dapat diamati oleh sinar
tampak. Lalu, dimasukan dalam oven untuk mengeringkan silica gel.
Didapatka hasil berupa bercak/jejak pemisahan dari sampel dan isolate baku yang
berwarna pada silica gel.
7.2 Isolasi Steroid
Pada percoban ini
dilakukan isolasi pada alga merah. Pertama
yang kami analisis dari video tersebut yaitu ditimbang alga
merah sebanyak 20 gr , lalu ditambahkan methanol 100 ml, digoncang
selama 3 jam. Adapun metanol disini bertujuan untuk melarutkan sampel. Hasil
pengamatan menunjukan larutan berwarna hijau pekat. Lalu, disaring larutan
menggunakan corong bucner agar ekstrak dan pelarut dapat terpisah, hasilnya
didapatkan larutan berwarna hijau bening.
Tahap selanjutnya,
larutan tadi dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator dengan tujuan
untuk mengubah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Hasilnya terjadi perubahan
warna menjadi hijau gelap. Lalu, dialiri gas N2 yang bertujuan
menghilangkan sisa pelarut. Hasil ekstraksi berwarna hijau pekat.
Kemudian, setelah didapatkan hasil ekstraksi. dilakukan hidrolisis dengan
menambahkan 5 ml asam klorida.lalu di aduk menggunakan magnet stiring selama 1
jam. Dimana, tujuan dilakukannya hidrolisis ini untuk memutus ikatan glikosida
glycan. Dihasilkan larutan berwarna hijau.
Kemudian, ditambahkan
natrium bikarnonat hingga ph netral, lalu dilakukan ekstraksi dengan petroleum
eter dan methanol lalu dipisahkan atara fasa organic dan airnya . Dimana,
tujuan adanya perlakuan ini yaitu untuk menghentikan reaksi hidrolisis.
Dihasilkan terdapat dua lapisan , dimana lapisan atas berwarna hijau pekat dan
lapisan bawah berwarna coklat keruh. Lalu, dipekatkan hasil larutan dengan
evaporator. Dimana, digunakan evaporator bertujuan untuk memastikan bahwa
pelarut tidak ada lagi. Dihasilkan terdapat lapisan atas berwarna hijau
,lapisan tengah berwarna coklat dan lapisan bawah berwarna bening.
VIII. KESIMPULAN
1. Terpenoid
adalah senyawa metabolit sekunder
terbesar dan paling beragam dari bahan alam, mulai dari struktur linear
sampai pada molekul polisiklik dan dalam segi ukuran mulai dari hemiterpen
dengan lima karbon hingga karet alam, yang terdiri dari ribuan unit isopren.
2. Pada
pecobaan ini menggunakan dua isolasi yaitu isolasi terpenoid dan steroid
IX. Daftar Pustaka
Ilyas,. 2011.
Preliminary Phytochemical Analysis of some Plant Seeds. Research Journal of
Chemical Sciences, 1(3), p. 58-62
Lenny, Sovia. 2006. Senyawa Terpenoida dan Steroida. Medan: Universitas Sumatera Utara
Widiyati, Eni. 2005. Penentuan Adanya Senyawa Triterpenoid Dan Uji Aktivitas Biologis Pada
Beberapa Spesies Tanaman Obat Tradisional Masyarakat Pedesaan
Bengkulu. Jurnal Gradien Vol.2 No.1 Januari 2006: 116-122
Permasalahan
1. Apa
saja factor keberhasilan pada praktikum
ini ?
2. Apakah
proses pengujian KLT bisa digantian dalam percobaan ini jika bisa sebutkan
alasannya?
3. Apakah
percobaan pada isolasi terpenoid akan berhasil jika percobaan ini dilakukan
pemanasan diatas 40 derajat C?
Saya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 1. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari percobaan ini adalah pada saat di destilasi jika destilasi dilakukan dengan baik maka minyak Atsiri yang didapatkan akan lebih murni . Terimakasih
BalasHapusSaya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2 yaitu bisa tidak dipakai karena tidak terlalu penting sebab KLT disini hanya untuk memastikan apakah benar ada hasil isolasi yang kita dapatkan terkandung terpenoid dan steroid. Terima kasih
BalasHapusBaiklah saya Mashita (083) akan mencoba menjawab permasalahan no 3
BalasHapusApakah percobaan pada isolasi terpenoid akan berhasil jika percobaan ini dilakukan pemanasan diatas 40 derajat C?
Iya berhasil contohnya pada peredaman daun lada disarinh sehingga didaptkan fitrat yang kemudian dipekatkan dengan penguap putar yang bertujuan memekatkan fitrat dengan suhu 30-400c menggunakan bantuan vakum sehingga senyawa senyawa dalam fitrat relatif aman dari kerusakan akibat pemanasan yang berlebihan. Terimakasih.