LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN 10
"Isolasi Senyawa p-Metoksi Sinamat dari Kencur (Kaemferiam galanga L)"
DISUSUN OLEH :
PALMA LARISYAH LUBIS (A1C118014)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VI. Data
Pengamatan
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1.Kita gunakan 100
gr serbuk kencur dan direndam dengan etanol 150 ml. kita aduk dan kita tutup
selama 24 jam |
Untuk dilakukan
ekstraksi |
Berwarna kuning
kecoklatan dan masih ada terdapat serbuk kencur |
|
2. Selanjutnya Kita
saring dan kita ambil filtratnya di erlenmeyer, kemudian ditambahkan sisa
serbuk didalam gelas kimia dengan 100 ml etanol, diaduk, dan disaring kembali
lalu dijadikan satu dengan filtrat yang pertama yang ada dierlenmeyer tadi |
- Etanol
sebagai pelarut |
Filtrat kencur yang
berwarna kuning kecoklatan |
|
2. Selanjutnya
dilakukan pemekatan dengan rotary evaporator sampai volume fitrat
sepertiga volume awal dari yang kita dapatkan pada proses maserasi. |
- Untuk
menghilangkan pelarut |
|
|
3. Kita masukkan
aquades secara perlahan melalui dinding gelas kimia setelah selesai , tutup
dengan alumunium foil. |
Untuk memaksimalkan
jumlah kristal yang akan terbentuk nantinya |
Larutan menjadi
berwarna putih |
|
4. Letakaan di
freezer selama 1 setengah jam |
Untuk membentuk
endapan |
Terbentuk endapan
dibagian bawah |
|
5. Kita saring
dengan corong buchrner |
Untuk mendapatkan
kristal |
Didapatkan kristal
yang belum murni karena masih berwarna kuning kecoklatan |
|
6. Kita lakukan
rekristalisasi. Hasil kristal dicampurkan air dan etanol dalam keadaan panas
lalu campurkan |
Untuk mendapatkan
kristal yang murni |
Larutan berwarna
kuning keruh |
|
7. Setelah itu
pindahkan kecawan petri dan kita uapkan selama 3 hari |
- Untuk
menghilangkan kadar air |
Terbentuk kristal
putih |
|
8. Kita masukan kedaam
desikator |
Untuk dilakukan
pengeringan dan menghilangkan sisa-sisa pelarut |
Didapatkan kristal
yang murni sebanyak 30 gram |
|
9. Kita timbang
hingga mencapat bobot constant |
Untuk mengetahui
berapa kristal yang didapatkan |
VII. Pembahasan
Pada percobaan ini,
kami menganalisis video percobaan isolasi senyawa bahan alam etil p-metoksi
sinamat. Dimana, pada percoban ini dilakukan isolasi etil p-metoksi sinamat
dari kencur. Adapun hal pertama yang kami analisis dari video tersebut yaitu
digunakan 100 gr serbuk kencur dan direndam dengan etanol 150 ml, lalu diaduk
dan ditutup selama 24 jam. Adapun tujuan dilakukannya perlakuan ini yaitu untuk
dilakukannya proses ekstraksi. Hasil yang didapatkan yaitu mula-mula larutan
berwarna kuning kecoklatan dan masih ada terdapat serbuk kencur.
Tahap selanjutnya,
dilakukan proses penyaringan, lalu diambil filtratnya di
erlenmeyer. Kemudian ditambahkan sisa serbuk didalam gelas kimia
dengan 100 ml etanol. Dimana, etanol disini berperan sebagai pelarut. Lalu, dilakukan
pengadukan dan disaring kembali lalu dijadikan satu dengan filtrat yang pertama
yang ada dierlenmeyer sebelumnya. Selanjutnya dilakukan pemekatan dengan rotary
evaporator sampai volume fitrat sepertiga volume awal dari yang
didapatkan pada proses maserasi. Adanya penggunaan rotary evaporator ini sudah
jelas dilakukan untuk memekatkan filtrat. Adapun hasil yang didapatkan yaitu
filtrat kencur yang berwarna kuning kecoklatan.
Setelah dilakukannya
proses pemekatan, dimasukkan aquades secara perlahan pada filtrate melalui
dinding gelas kimia lalu ditutup dengan alumunium foil. Dimana, hal ini
dilakukan untuk memaksimalkan jumlah kristal yang akan terbentuk. Hasilnya
didapatkan larutan menjadi berwarna putih. Kemudian, diletakaan di freezer
selama 1 setengah jam untuk dilakukannya pendinginan. Dengan adanya pendinginan
ini dilakukan untuk mempercepat terbentuknya kristal yang terdapat dalam
filtrat. Hasilnya, terbentuk kristal dibagian bawah.
Tahap selanjutnya,
dilakukan penyaringan menggunakan corong Buchner untuk memisahkan kristal
dengan filtratnya. Hasil yang didapatkan yaitu kristal yang berwarna kuning
kecoklatan. Secara teori, kristal etil p-metoksi sinamat berwarna putih,
sehingga kristal yang didapatkan ini belum dalam keadaan murni. Oleh karena
itu, dilakukan proses rekristalisasi dengan mencampurkan etanol:air dalam
keadaan panas kedalam kristal yang didapatkan. Dihasilkanlah larutan berwarna
kuning keruh.
Setelah didapatkan
larutan berwarna kuning keruh tersebut, dipindahkanlah larutan ke cawan petri
lalu dilakukan proses penguapan selama 3 hari. Dimana, tujuan dilakukannya
proses ini yaitu untuk menghilangkan kadar air pada kristal, sehingga
didapatkan kristal berwarna putih. Untuk memaksimalkan kualitas kristal yang
didapatkan, kristal tersebut dimasukan kedalam desikator untuk dilakukan
pengeringan dan menghilangkan sisa-sisa pelarut yang masih terdapat dalam
kristal. Dalam percobaan ini, didapatkan kristal murmi sebanyak 30 gram.
VIII. KESIMPULAN
1. Prinsip maserasi ialah ekstraksi simplisia dengan
menggunakan pelarut yang sesuai denganbeberapa kali penggojogan dimana
ekstraksi dilakukan pada suhu kamar.
2. Mekanisme
darimaserasi ialah pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam
rongga selyang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam pelarut organik
di luar sel, makalarutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan
berulang terus sampai terjadikeseimbangan antara konsentrasi cairan zat aktif
di dalam dan di luar sel
IX.DAFTAR
PUSATAKA
(Asyharist, 2011).Optimasi Yield Etil P-Metoksi Sinamat Pada
Ekstraksi Oleoresin Kencur Menggunakan Pelarut Etanol. Jurnam Bahan Alam
Terbarukan. Vol (1) No: 1
(Nurlita,
2004). Penentuan Dosis Asam
P-Metoksisinamat (APMS) Sebagai Anti Inflamasi Topikal Dan Studi Penetrasi APMS
Melalui Kulit Tukus Dengan Tanpa Statum Kormeum. Jurnal Farmasi Dan Ilmu
Kefarmasian Indonesia. Vol 1. No. 1
(Suja, 2003). Potensi Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L) Sebagai Pencegah
Osteoporosis Dan Penurun Kolesterol Melalui Studi In-Vivo Dan In-Silico
Prosiding Seminar Nasional Peluang Herbal Sebagai Madicine. ISBN:
978-19556-2-8.
PERMASALAHAN
1. Dalam
percobaan ini larutan yang dilakukan sebagai pelarut adalah etanol apakah
etanol bisa digantikan dengan larutaan lain?
2. Factor
apa saja yang paling utama dalam keberhasilan praktikum ini?
3.
Berapa lama kah waktu yang baik untuk
kencur yang direndam dalam etanol ?
Saya Lutfi Praidha (015) akan mencoba menjawab pertanyan nomor 1, etanol sebagai pelarut bisa saja di gantikan yaitu bisa menggunakan alkohol jenis lainnya atau pun juga bisa menggunakan aquadest sebagai pelarut.
BalasHapusTerimakasih
Saya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 2. Faktor yang mempengaruhi pada percobaan ini adalah pada saat di rekristalisasi. Terimakasih
BalasHapusSaya Yupita Sri Rizki akan mencoba menjawab no 3 menurut saya waktu yang paling baik tu tergantung pada lama nya ekstraksi,sekamin lama semakin banyak kristal yang di dapat kan, seperti jurnal yang saya baca Hasil pengamatan menunjukkan bahwa
BalasHapusserbuk halus rimpang kencur masih mempunyai
kadar air sebesar 4,29% dan mempunyai kadar
abu total sebesar 4,02%, Serbuk rimpang kencur
teruji kemudian diisolasi dengan lama
perendaman 3 jam, 5 jam dan 24 jam
mendapatkan senyawa etil p-metoksi sinamat
berbentuk kristal dengan berat rendemen
berturut-turut masing-masing 1,94 gram; 2,11
gram; 4,19 gram. Berdasarkan sifat fisik produk,
dapat diketahui bahwa senyawa tersebut adalah
etil p-metoksi sinamat, lebih lanjut dilakukan uji
brominasi untuk mengetahui ikatan rangkap
gugus aromatik yang terdapat dalam etil p-
metoksi sinamat, pemeriksaan mendapatkan
hasil yaitu perubahan warna pada penetesan
larutan brom dalam kloroform yaitu warna
kuning memudar menjadi bening. Hal ini
menandakan adanya cincin benzena dalam
produk senyawa yang dihasilkan.